Tribun

TB Hasanuddin Soroti Rencana Pengadaan Alutsista Sebesar Rp 770 Triliun

TB Hasanuddin soroti anggaran Kemenhan sebanyak Rp 131,9 triliun dalam RAPBN 2023, anggaran pertahanan ini dalam tiga tahun terakhir tidak pernah naik

Penulis: chaerul umam
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in TB Hasanuddin Soroti Rencana Pengadaan Alutsista Sebesar Rp 770 Triliun
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan dan Mantan Ajudan Presiden RI ke-3 BJ Habibie, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Tubagus Hasanuddin, lulusan Akmil 1974, kunjungi kantor Redaksi Tribunnews.com, Jumat (13/9/2019) di Jakarta. Dalam kunjungannya TB Hasanuddin disambut langsung oleh Direktur Grup Regional of Newspaper Kompas Gramedi, Febby Mahendra Putra dan langsung bercerita tentang sosok almarhum Presiden RI ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie semasa menjadi ajudannya. Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menyoroti anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sebanyak Rp 131,9 triliun dalam RAPBN 2023. Meski mendapat porsi terbesar, namun TB Hasanuddin menilai anggaran pertahanan ini dalam tiga tahun terakhir tidak pernah naik. TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menyoroti anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sebanyak Rp 131,9 triliun dalam RAPBN 2023.

Meski mendapat porsi terbesar, namun TB Hasanuddin menilai anggaran pertahanan ini dalam tiga tahun terakhir tidak pernah naik.

"Berdasarkan perhitungan tiap tahun dari Rp 131,9 triliun, anggaran yang dipakai untuk pengadaan alutsista hanya sekitar Rp 11 sampai 19 triliun saja, sisanya dipakai untuk gaji, dana operasional, pemeliharaan, dan lain lain," kata TB Hasanuddin yang juga politisi senior PDI Perjuangan ini, dalam keterangan yang diterima, Rabu (24/8/2022).

TB Hasanuddin mendesak agar rencana besar Kemenhan dalam 14 kontrak pengadaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Tentara Nasional Indonesia seperti pesawat tempur, kapal selam, fregat, dan lainnya sebesar 55 Miliar US Dollar atau sekitar Rp 770 Triliun harus dipertimbangkan ulang.

Apalagi, lanjut dia, saat ini negara membutuhkan anggaran sekitar Rp 500 triliun lebih hanya untuk subsidi BBM saja.

Belum untuk subsidi pangan, kesehatan, dan lain lain. 

"Bila ada rencana pengadaan anggaran secara ijon atau menarik 15 tahun kedepan dan dibelanjakan sebelum tahun 2024, ini juga sangat berisiko. Mengingat situasi ekonomi yang sulit diprediksi, dan sangat tergantung kepada kebijakan pemerintah yang akan datang," kata Hasanuddin.

Dia menyarankan agar program Minimum Essential Force tahap terakhir (tahap ke 3) sampai dengan tahun 2024 segera diselesaikan. 

Hal ini, tegas dia, lebih realistis dan hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp.57 Triliun.

"Program pembangunan kekuatan TNI dapat dilanjutkan pada tahap berikutnya dengan memperhatikan kemampuan anggaran negara," pungkasnya. 

Baca juga: Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Baju Anti Peluru dari Limbah Sawit Temuan IPB Pendukung Alutsista

Pemerintah telah menetapkan alokasi belanja kementerian dan lembaga dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 sebanyak Rp 993,2 triliun.

Dari Kementerian dan Lembaga tersebut, alokasi anggaran yang paling besar diberikan kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yakni mencapai Rp 131,9 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, menjelaskan anggaran yang diberikan kepada Kemenhan guna pengadaan Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista), sebagai upaya menanggapi situasi di tengah geopolitik yang saat ini tengah memanas. 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas