Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jubir Pemerintah Sebut Terjadi Penurunan Kasus Aktif Covid-19

Sebagai informasi, terhitung pada 22 September 2022 lalu terdapat penambahan sebanyak 2162 kasus konfirmasi positif.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Jubir Pemerintah Sebut Terjadi Penurunan Kasus Aktif Covid-19
IST
Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Pandemi Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro menyampaikan situasi terkini pandemi Covid-19 di Indonesia.

Diketahui terjadi tren kasus aktif Covid-19.

Begitu pula dengan kapasitas tempat tidur atau bed occurred rate (BOR) untuk pasien Covid-19.

Sebagai informasi, terhitung pada 22 September 2022 lalu terdapat penambahan sebanyak 2162 kasus konfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Enam Kebijakan WHO Sebagai Rujukan Negara Terkait Langkah Penutupan Pandemi Covid-19 

Lalu ada sekitar 18 orang yang meninggal karena Covid-19.

Sehingga jumlah kasus aktif atau yang terinfeksi Covid-19 saat ini adalah sebanyak 23. 503 orang.

Rekomendasi Untuk Anda

Terkait keterisian rumah sakit Covid-19 atau BOR nasional, berada di angka 5 persen. Menurut Reisa angka tersebut cukup rendah.

"Angka ini terbilang cukup rendah. Dan apa bila melihat BOR nasional, ada trend penurunan. Begitu pun trend konfimasi positif dan kasus aktif nasional," ungkapnya pada konferensi pers virtual, Jumat (23/9/2022).

Hal ini dilihat dari positivity rate dalam seminggu terakhir. Turun hingga ke angka 7 persen.

Sedangkan case fatality rate berada pada kisaran angka 2,4 persen.

Lebih lanjut, Reisa menyebutkan jika suatu negara siap masuk ke fase endemi dengan beberapa ketentuan.

Pertama, laju penularan kasus harian harus kurang dari lima persen.

Kedua, angka kasus aktif juga harus kurang 5 persen.

Ketiga, tingkat kematian atau fatality rate sekitar 2 persen.

Keempat, tingkat keterisian BOR kurang 5 persen.

Dan pengamatan tersebut dilakukan dalam waktu enam bulan.

"Maka apa bila memang ingin segara keluar dari pandemi, tentu indikator tersebut harus kita penuhi,"pungkasnya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas