Tribun

Wamenhan Optimis Pesawat Tempur KF-21 Boramae Akan Jadi Bagian Sistem Pertahanan Udara Indonesia

Wamenhan RI M Herindra menghadiri Ceremony of Celebration of KFX/IFX di Sacheon Air Base, Korea Selatan, Rabu (28/9/2022).

Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Wamenhan Optimis Pesawat Tempur KF-21 Boramae Akan Jadi Bagian Sistem Pertahanan Udara Indonesia
Biro Humas Setjen Kemhan
Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) M Herindra menghadiri Ceremony of Celebration of KFX/IFX di Sacheon Air Base, Korea Selatan pada Rabu (28/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) M Herindra menghadiri Ceremony of Celebration of KFX/IFX di Sacheon Air Base, Korea Selatan, Rabu (28/9/2022).

Ia mengatakan keberhasilan flight test dari KF-21 Boramae merupakan bentuk nyata keberhasilan pengembangan pesawat tempur tersebut dan merupakan sebuah progres yang sudah lama ditunggu.

Hal tersebut disampaikannya kepada Menteri Pertahanan Korea Lee Jong-Sup dan Menteri Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Eom Dong Hwan.

“Indonesia boleh bersikap optimis bahwa suatu saat kelak KF-21 Boramae akan menjadi bagian dari sistem pertahanan udara Indonesia,” kata Herindra di laman resmi Kementerian Pertahanan, kemhan.go.id, Rabu (28/9/2022).

Herindra mengatakan KFX/IFX merupakan program pengembangan bersama yang dilaksanakan kedua negara.

Baca juga: TNI AL Siapkan Aturan untuk Kapal Perang Asing Amankan Kepala Negaranya yang Hadiri KTT G20 di Bali

Perjalanan program kerja sama tersebut cukup panjang diawali dengan penandatangan Letter of Intent (LOI) oleh Korea Selatan dan Indonesia pada 2009.

Dalam prosesnya, kerja sama tersebut juga mengalami renegosiasi hingga akhirnya berhasil mencapai kesepakatan yang lebih solid pada November 2021 ketika kedua pihak telah merumuskan kembali sebuah joint agreement.

“Pada tahun 2022, program ini sudah pada tahap Engineering Manufacture Development (EMD). Ini merupakan tahapan dimana sudah dihasilkan beberapa prototipe pesawat yang siap untuk pengujian terbang,” kata Herindra

Ia menilai bahwa Program Pengembangan KFX/IFX merupakan salah satu program nasional yang memiliki nilai strategis bagi bangsa Indonesia.

Baca juga: Syarat Naik Pesawat Terbaru 2022, Aturan Penerbangan Penumpang Usia 6-17 Tahun Lion Air dan Garuda

Hal tersebut karena program itu bertujuan memenuhi kebutuhan pesawat tempur TNI AU untuk periode 2025 sampai 2040.

Karenanya, ia berharap agar proses alih teknologi yang telah disepakati bersama dapat berjalan selaras dengan syarat operasional sebuah alutsista untuk mendukung cita-cita Indonesia dalam mengembangkan dan memanfaatkan Industri Pertahanan Nasional.

Selain itu, kata dia, program tersebut juga bermanfaat bagi peningkatan kemampuan sumber daya manusia kedua negara.

Indonesia misalnya telah mengirimkan sebanyak 37 personel engineer dan dua personel test pilot dari TNI AU yang bersertifikasi Internasional untuk mengikuti kegiatan di Korea Selatan sebagai upaya proses alih teknologi.

Indonesia menargetkan mengirim 100 personil engineer yang secara rotasi akan mengikuti program di Korea Selatan.

Program itu sendiri dimulai sejak September 2021 dan diharapkan selesai pada pertengahan tahun 2026.

Herindra juga sempat bertemu dan memberikan arahan serta semangat kepada 37 personil engineer dari Indonesia di Kantor Pusat PT Korea Aerospace Industries di Sacheon Air Base, Korea Selatan.

“Indonesia tetap berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan program Pengembangan Bersama Pesawat Tempur KFX/IFX, dan meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan antara pemerintah RI dengan ROK (Korea Selatan),” kata Herindra.

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas