Tribun

Politikus Demokrat Tegaskan Pernyataan SBY Soal Pemilu Curang Tak Menuduh Penyelenggara Pemilu

Pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal Pemilu 2024 bakal berjalan tak jujur dan adil bukan menuduh kepada penyelenggara pemilu.

Penulis: chaerul umam
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Politikus Demokrat Tegaskan Pernyataan SBY Soal Pemilu Curang Tak Menuduh Penyelenggara Pemilu
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat Herman Khaeron menegaskan pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal Pemilu 2024 bakal berjalan tak jujur dan adil bukan menuduh kepada penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPU dan Bawaslu. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal Pemilu 2024 bakal berjalan tak jujur dan adil bukan menuduh kepada penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPU dan Bawaslu.

Hal itu ditegaskan Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat Herman Khaeron, dalam diskusi di Media Center DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022).

Herman Khaeron menjelaskan, pernyataan soal adanya potensi curang dalam Pemilu 2024 akan diatur kelompok tertentu.

Namun, pihaknya enggan menyebutkan kelompok yang dimaksud.

"Tak ada sedikitpun pernyataan bapak SBY menuduh kepada penyelenggara pemilu, itu tidak ada, tetapi ada kelompok yang akan mensetting," kata Herman Khaeron.

Anggota Komisi VI DPR RI itu juga menegaskan, tak ada satu kalimat pun dari SBY yang menuduh penyelenggara Pemilu akan berbuat curang.

Baca juga: SBY Bilang Pemilu 2024 Bakal Berjalan Curang, PDIP Tak Merasa Tertuduh

"Potensi untuk ke sana dalam rangka menyetting supaya dua kandidat, dua kandidat itu dari pihak mereka, pihak mereka siapa? Saya tidak punya kewajiban untuk menjabarkan di sini," katanya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku mendengar kabar ada tanda-tanda bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan diselenggarakan dengan tidak jujur dan adil.

SBY mengatakan, karena adanya informasi tersebut, ia mesti turun gunung untuk menghadapi Pemilu 2024.

Baca juga: Kalau Pak Prabowo-Jokowi Maju Pilpres 2024, Siapa yang Bisa Jadi Lawan Seru? ya Anies-SBY

"Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil," kata SBY saat berpidato di acara Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat, Kamis (15/9/2022).

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat dan juga Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menghadiri acara Rapimnas Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2022). Pada kesempatan itu AHY membeberkan beberapa kriteria Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2024 yang akan diusung Partai Demokrat. Tribunnews/Jeprima
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat dan juga Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menghadiri acara Rapimnas Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2022). Pada kesempatan itu AHY membeberkan beberapa kriteria Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2024 yang akan diusung Partai Demokrat. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

SBY mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, Pilpres 2024 konon akan diatur sehingga hanya diikuti oleh dua pasangan calon presiden dan wakil presiden.

"Konon, akan diatur dalam Pemilihan Presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka," kata SBY.

Baca juga: Gede Pasek Sebut Anies-SBY Cocok Lawan Prabowo-Jokowi untuk Pilpres 2024: El Classico

Dalam video itu, SBY tidak menjelaskan siapa pihak yang ia maksud sebagai "mereka".

"Informasinya, Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan capres-cawapresnya sendiri, bersama koalisi tentunya. Jahat bukan? Menginjak-injak hak rakyat bukan" ujar SBY.

Ia mengatakan, pemikiran seperti itu adalah sebuah kejahatan karena menurut dia rakyat memiliki hak untuk memilih dan dipilih.

Ia juga mengaku tidak pernah melakukan hal serupa selama menjabat sebagai presiden Republik Indonesia pada 2004 hingga 2014.

"Selama 10 tahun lalu kita di pemerintahan dua kali menyelenggarakan Pemilu termasuk Pilpres, Demokrat tidak pernah melakukan kebatilan seperti itu," kata SBY.

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas