Tribun

Kasus Lukas Enembe

Boyamin Duga Kepergian Lukas Enembe ke Kasino Bukan Hanya untuk Judi, Tapi Juga Money Laundry

Menurut Boyamin, bukan menjadi hal yang mustahil, apalagi di zaman sekarang banyak sekali upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan pencucian uang

Penulis: Galuh Widya Wardani
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Boyamin Duga Kepergian Lukas Enembe ke Kasino Bukan Hanya untuk Judi, Tapi Juga Money Laundry
KOMPAS.com Ihsanuddin/Dokumen MAKI
Rekaman CCTV memperlihatkan sosok diduga Gubernur Papua, Lukas Enembe, berjudi (kanan) - Menurut Boyamin, bukan menjadi hal yang mustahil, apalagi di zaman sekarang banyak sekali upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan pencucian uang 

TRIBUNNEWS.COM - Boyamin Saiman, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) menyoroti soal perjudian yang dilakukan Gubernur Papua Lukas Enembe di Kasino.

Boyamin khawatir jika Lukas Enembe sengaja melakukan judi untuk melakukan pencucian uang atau money laundry.

Menurut Boyamin, bukan menjadi hal yang mustahil, apalagi di zaman sekarang banyak sekali upaya yang dapat dilakukan seseorang untuk melakukan pencucian uang.

"Ini (mungkin) modus baru bahwa dugaan judi ini adalah money laudry, karena ada fungsi penjamin."

"Karena di Australia itu ada otoritas yang sedang menyelidiki Kasino yang diduga untuk money laudry."

"Jangan sampai judi itu dilakukan untuk sarana pencucian uang."

Baca juga: MAKI Desak KPK Jemput Paksa Lukas Enembe, Singgung Kasus Setya Novanto: Terkesan Tebang Pilih

"(Yakni misalnya) penjudi itu pura-pura menaruh uang 100 juta di rekening Kasino, tetapi yang dipakai judi ternyata hanya 10 juta, dengan alasan capek-segala macam, lalu sisanya 90 juta ditarik. Balik lagi ke indonesia bersih kan, itu kira-kira."

"Bisa lagi orang (atau penjudi) yang (kelas) besar (dan punya uang banyak) bisa membeli saham di Kasino, kalaupun dia kalah, tapi keuntungannya masuk lagi ke dia."

"Dan saya yakin orang kelas mafia telah melakukan hal itu. Ini harus diwaspadai," tegas Boyamin Saiman dikutip dari YouTube PPATK Indonesia dalam Tema Fenomena Korupsi Kepala Daerah, Jumat (30/9/2022).

Penjamin ini, kata Boyamin, seperti manager tapi bukan manager, seperti makelar tapi juga bukan makelar.

"Penjudi ini seakan-akan telah direkomendasikan penjamin untuk berjudi dengan unlimited."

"Mau kalah berapa pun nggak masalah, karena yang akan membayar ya penjaminnya itu," sambung Boyamin.

Boyamin yakin Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) hanya bisa mencari tahu soal adanya aliran masuk Rp 560 miliar ke rekening Kasino.

"Saya yakin PPATK yang merilis dugaan ada aliran masuk Rp 560 miliar itu hanya terbatas di situ membacanya, tapi tidak tau ini aliran dana untuk apa."

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas