Tribun

UI Jadi Tuan Rumah Kongres Komunitas Bioteknologi Asia di Bali

Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menjadi tuan rumah Kongres Komunitas Bioteknologi Asia.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
zoom-in UI Jadi Tuan Rumah Kongres Komunitas Bioteknologi Asia di Bali
istimewa
Rektor Universitas Indonesia, Prof. Ari Kuncoro, SE, MA, Ph.D. meresmikan Kongres Komunitas Bioteknologi Asia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menjadi tuan rumah Kongres Komunitas Bioteknologi Asia.

Delegasi dari 19 negara berkumpul di Bali untuk membicarakan perkembangan bioteknologi terutama untuk mendukung pemulihan masyarakat dunia terkhusus masyarakat Asia yang terdampak pandemi Covid-19.

Kongres internasional ini diadakan pada 3-5 Oktober 2022.

Adapun 15 topik terkait menjadi fokus the 15th Asian Congress on Biotechnology (ACB) 2022 diselenggarakan bersama dengan symposium internasional tahunan FTUI, the 7th International Symposium on Biomedical Engineering (ISBE).

Baca juga: UI-Kemenparekraf Salurkan Peralatan K3 dan Kebencanaan ke Desa Wisata Hanjeli Sukabumi

Bioteknologi Pertanian dan Pangan, Mikrobiologi Terapan, Nanobioteknologi, Biosensor, dan Biochip, Bioproses dan Bioseparasi, Bioteknologi Lingkungan, Rekayasa Jaringan dan Biomaterial, Bioenergi dan Biorefinery dan sejumlah topik yang dibicarakan.

Rektor Universitas Indonesia, Prof Ari Kuncoro menyampaikan belajar dari pengalaman menghadapi pandemi Covid-19, melihat betapa kolaborasi antar negara terutama di bidang bioteknologi menjadi hal penting.

Terlebih, hal-hal seperti pengembangan rapid test, pengembangan vaksin dan lainnya, perlu dilakukan secara bersama untuk kedepannya dapat membantu pemulihan masa pandemi dan pasca pandemi.

Baca juga: UI dan Kemenparekraf Luncurkan Program Mitigasi Bencana dan CHSE Pada Desa Wisata

"Hal ini sejalan dengan tema G20, Recover Together, Recover Stronger," kata Prof. Ari Kuncoro, Selasa (4/10/2022).

"Konferensi Internasional ini, akhirnya dapat terlaksana setelah sebelumnya tertunda selama tiga tahun akibat dampak pandemi," sambungnya.

Sementara, Prof Dr Heri Hermansyah menyebut, acara yang dibuka pada Senin, lalu, 294 makalah dari 909 peserta yang berasal dari 17 negara akan dipresentasikan.

Adapun, 61 orang pembicara dari 18 negara juga turut berbagi pengalaman dan pengetahuan pada 50 sesi yang diselenggarakan secara hibrid di Bali.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh FTUI bekerja sama dengan the Asian Federation of Biotechnology, the European Federation of Biotechnology, Indonesian Biotechnology Consortium dan Universitas Udayana.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas