Tribun

Penjabat Gubernur DKI Jakarta

Pj Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan Diharapkan Bisa Menekan Polarisasi

DPRD DKI Jakarta akhirnya mengantongi 3 nama calon Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta yang akan diserahkan kepada Kementerian Dalam Negeri.

Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Pj Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan Diharapkan Bisa Menekan Polarisasi
Mario Christian Sumampow
Ketua Lingkar Madani Ray Rangkuti. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jelang berakhirnya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, penentuan tiga nama yang dilayangkan menjadi Pj Gubernur DKI tetap ada satu pilihan di tangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Seperti diketahui, DPRD DKI Jakarta akhirnya mengantongi 3 nama calon Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta yang akan diserahkan kepada Kementerian Dalam Negeri.

Mereka ialah Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono, Sekeretaris Daerah DKI Marullah Matali, dan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Bahtiar.

Baca juga: Reaksi Fadli Zon Usai Bosnya Dikhianati Anies Baswedan, Gerindra Final Usung Prabowo Subianto

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Indonesia Ray Rangkuti menyampaikan, dengan munculnya tiga nama yang diajukan sebagai Pj gubernur DKI yang akan memimpin Jakarta 2 tahun ke depan, mereka memiliki pengalaman berbeda-beda, ada keunggulan dan kekhususannya tersendiri.

Namun siapa yang paling mungkin, dan paling tidak, akan menjadi acuan Pemerintah?

"Ketiganya memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Tergantung pemerintah untuk melihat Jakarta seperti apa. Jika targetnya agar polarisasi politik di DKI lebih bisa ditekan, tentu figur pak Bahtiar tepat adanya. Selain beliau lebih berjarak dengan konflik pilkada DKI, juga beliau memiliki pengalaman sebagai PJ di beberapa daerah," katanya.

Tapi, sambung Ray, jika targetnya memelihara kinerja Pemprov DKI, tentu Pak Marullah lebih tepat. Mengingat beliau adalah sekda DKI saat ini.

Sementara jika targetnya mendekatkan DKI ke istana presiden, maka pak Heru Budi adalah pilihannya.

"Hanya saja, dari tiga pendekatan itu, pendekatan Pertama terasa jauh urgen. Mengingat kemungkinan tingginya polarisasi politik 2024, maka dibutuhkan figur yang lebih netral. Bukan orang dalam DKI, tapi juga bukan orang dalam istana. Adapun soal pemeliharaan administrasi pemerintahan DKI, tetap dapat ditunaikan dengan semestinya."

"Tinggal Pak Presiden Jokowi yang memilih sosok Pj ini siapa yang ideal mumpuni," ujarnya.

Hadapi tugas berat

Pendiri Pridem Center Priyo Budi Santoso mengungkapkan sederet tugas berat yang akan dihadapi Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan.

Menurut Priyo Budi Santoso, tugas pertama yang akan dihadapi Pj Gubernur DKI adalah mengelola dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Pasalnya, menurut catatan Priyo, APBD DKI berkisar Rp 82,4 triliun.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas