Tribun

Wapres Ma'ruf Amin Harapkan Pesantren Jadi Kawah Candradimuka Cetak SDM Unggul

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin berharap pesantren berperan sebagai Kawah Candradimuka dalam menyiapkan para santri menjadi SDM unggul.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Wapres Ma'ruf Amin Harapkan Pesantren Jadi Kawah Candradimuka Cetak SDM Unggul
Setwapres
Wapres Maruf Amin. Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin berharap pesantren berperan sebagai Kawah Candradimuka dalam menyiapkan para santri menjadi SDM unggul. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin berharap pesantren berperan sebagai Kawah Candradimuka dalam menyiapkan para santri menjadi SDM unggul.

Para SDM unggul ini, kata Ma'ruf Amin, dapat terus melakukan upaya perbaikan baik dalam hal keagamaan maupun kemasyarakatan.

"Oleh karena itu kita harus memunculkan, menyiapkan sumber daya manusia untuk Islah Hasanah, li islahil ummah, diiniyyatan wajtima’iyyatan, perlu pelanjut dan perlu sumber daya manusia yang akan menanggung [perbaikan]," ujar Ma'ruf Amin melalui keterangan tertulis, Senin (17/10/2022).

Hal tersebut diungkapkan oleh Ma'ruf Amin dalam Peringatan Mauli Nabi Muhammad 1444 H, di Pesantren Syeikh Nawawi, Tanara, Banten.

Keteladanan Nabi Muhammad SAW, menurut Ma'ruf Amin, dapat menjadi inspirasi dalam pembentukan karakter generasi muda di tengah berbagai ancaman dekadensi moral.

Dirinya menyampaikan, Rasulullah memiliki perangai dan akhlak yang memang pantas dijadikan teladan bagi seluruh umat manusia.

Lebih jauh Wapres menjelaskan, uswatun (teladan) yang dapat diimplementasikan oleh umat Islam ada dua jenis, yaitu Uswatun Islahiyyah dan Uswatun Insaniyyah.

Menurut Wapres, tuntunan utama itu adalah Uswatun Islahiyyah yaitu tuntunan perbaikan, karena tugas para nabi adalah melakukan perbaikan. Sebagaimana yang dikatakan Nabi Syuaib AS “tidak ada tujuan saya kecuali melakukan perbaikan semampu saya”.

"Islah yang dilakukan oleh para nabi itulah yang dilanjutkan para ulama. Jadi ulama adalah gerakannya, harokah islahiyyah. Dan itu juga yang harus dilalukan oleh para pewarisnya, para penerusnya ilaa yaumil qiyamah (sampai hari kiamat)," jelas Ma'ruf.

Baca juga: Buka MTQ Tingkat Nasional, Wapres: Momen Membangun Generasi Qurani

Perbaikan di sini, lanjut Wapres, dapat dilakukan baik untuk masalah-masalah keagamaan atau kemasyarakatan seperti sosial, ekonomi, dan budaya.

"Supaya berada di jalur yang benar, supaya selalu berada dalam bimbingan dan tuntunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala," ucap Ma'ruf.

Sementara terkait Uswatun Insaniyyah, Wapres memaknai, memberikan teladan dengan mendahulukan hak-hak manusia, yakni bersikap baik sesama manusia, dengan tidak menzholimi dan tidak berbuat semena-mena.

Ma'ruf mengungkapkan menurut Syeikh Nawawi, jika ada kepentingan/hak Allah dan hak hamba (manusia) berbenturan, maka yang didahulukan adalah hak manusia.

“Makanya dulu waktu ada Covid-19, saya bilang tunda berjamaah, tunda tarawih, kenapa? Untuk melindungi manusia,” pungkas Ma'ruf.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas