Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kemendikbudristek: PMDSU Percepat Proses Gelar Doktor hingga Empat Tahun

Apabila melalui program doktor reguler, perlu waktu minimal tujuh tahun untuk lulus.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Kemendikbudristek: PMDSU Percepat Proses Gelar Doktor hingga Empat Tahun
Shutterstock-Kompas.com
Ilustrasi mahasiswa lulus kuliah.(Shutterstock-Kompas.com) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Sumber Daya Kemendikbudristek sejak tahun 2013, menggelar Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) untuk meningkatkan jumlah doktor dalam waktu singkat.

Program ini memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperoleh beasiswa studi lanjut pada jenjang magister (S-2) dan doktor (S-3) dalam waktu empat tahun di perguruan tinggi terbaik di Tanah Air.

Baca juga: Kemendikbudristek: Mahasiswa Jangan Hedonis Agar Tak Terjerat Pinjol

Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Tjitjik Srie Tjahjandarie mahasiswa beserta alumni PMDSU adalah SDM pengisi pembangunan untuk Indonesia emas 2045.

“Karena apabila melalui program doktor reguler, kita perlu waktu minimal tujuh tahun. Namun dengan adanya program PMDSU ini diharapkan kita dapat mencetak doktor dalam waktu empat tahun," ujar Tjitjik melalui keterangan tertulis, Kamis (17/11/2022).

Hal tersebut diungkapkan oleh Tjitjik dalam acara pembukaan Anjangsana Beasiswa PMDSU batch V bertajuk ‘Cendekiawan Muda untuk Indonesia Emas 2045’.

"Sehingga saya berharap melalui kegiatan anjangsana ini sebagai bentuk program saling men-trigger satu dengan yang lain untuk selesai on-time atau tepat waktu,” tambah Tjitjik.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada kesempatan yang sama, Direktur Sumber Daya Ditjen Diktiristek, Mohammad Sofwan Effendi menjelaskan, tahun depan Ditjen Diktiristek mendapat alokasi beasiswa PMDSU dua kali lipat dari saat ini, yaitu sebanyak 300 penerima.

Hal ini perlu dimanfaatkan sebaik mungkin agar Indonesia memiliki SDM mumpuni yang siap berkontribusi di berbagai bidang pembangunan.

"Kita juga perlu mengambil peluang dari bonus demografi untuk menaikkan rasio penduduk yang berkualifikasi S-2 dan S-3, salah satunya melalui beasiswa PMDSU," jelas Sofwan.

Hingga saat ini, Program PMDSU sudah memasuki angkatan keenam (batch VI) dengan total 1.008 penerima.

PMDSU juga telah berhasil mencetak doktor muda yang saat ini sudah berkarier di berbagai institusi, baik sebagai dosen maupun peneliti.

Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam mengatakan, keberadaan doktor di sebuah negara mampu memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menghasilkan inovasi.

Nizam menambahkan, inovasi inilah yang akan membuat Indonesia keluar dari middle trap income.

"Untuk menghadapi tantangan tersebut, dibutuhkan peneliti-peneliti berkualifikasi doktor yang memiliki obsesi untuk menjawab permasalahan nyata industri, di antaranya meningkatkan TKDN hingga mengubah industri tukang jahit menjadi industri berbasis inovasi,” tutur Nizam dalam sambutannya pada acara Anjangsana Beasiswa PMDSU batch V.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas