Tribun

Pergantian Panglima TNI

Pimpinan DPR Yakin Presiden Jokowi Punya Perhitungan Matang soal Calon Panglima TNI

Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F Paulus, berharap Surat Presiden (surpres) soal penggantian Panglima TNI dikirim ke DPR sebelum 25 November 2022.

Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Pimpinan DPR Yakin Presiden Jokowi Punya Perhitungan Matang soal Calon Panglima TNI
Sekretariat Presiden
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (kiri) mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada Kamis (17/11/ 2022) sebelum berangkat ke Thailand menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) tahun 2022. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, bicara pergantian Panglima TNI jelang Jenderal Andika Perkasa pensiun pada Desember tahun ini

Spekulasi publik membaca bahwa pengganti Jenderal Andika akan jatuh ke tangan Laksamana Yudo Margono sebagaimana tradisi rotasi antarmatra yang telah dilakukan sejak era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gusdur.

Namun, Dasco menilai pergantian Panglima TNI disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

"Bahwa ada ketentuan-ketentuan tidaj tertulis itu boleh-boleh saja, kemudian dijadikan kebiasaan tetapi kembali lagi terpulang pada situasi dan kondisi seperti apa yang dibutuhkan pada saat ini," kata Dasco kepada wartawan Jumat (18/11/2022).

Baca juga: Profil 3 Calon Panglima TNI Pengganti Andika Perkasa: KSAD Dudung, KSAL Yudo, dan KSAU Fadjar

Ketua Harian Partai Gerindra itu meyakini Presiden Jokowi mempunyai perhitungan-perhitungan matang soal pilihan ini.

"Kemudian mengusulkan yang tepat, mengenai calon tersebut untuk situasi dan kondisi pada saat ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Lodewijk F Paulus, berharap Surat Presiden (surpres) soal penggantian Panglima TNI dikirim ke DPR sebelum 25 November 2022.

"Kita tunggu, tapi kita sudah ada informasi akan diproses karena waktu kita masih ada kok untuk proses ya. Mungkin kita tinggal tunggu saja apakah calonnya satu atau dua ya kita menyesuaikan aja," kata Lodewijk di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (17/11/2022).

Lodewijk mengatakan itu usai Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, sudah melaporkan ke Lodewijk agar mendorong pemerintah segera mengirimkan surpres itu.

Sekjen Partai Golkat itu mengatakan soal agenda padat Presiden Joko Widodo dan jajarannya, seperti agenda presidensi G20 Indonesia di Bali yang menurutnya sebagai salah satu faktor belum dikirimkannya Surpres pengganti Panglima TNI.

"Kita tahu kan ya presiden hampir enggak pernah pulang ke Jakarta. Habis mereka dari, katakan dari Amerika, terus kemarin ada G20, kemudian berangkat lagi ke Thailand," jelasnya.

Lodewijk mengatakan bahwa sudah ada bayangan siapa nama yang akan dikirimkan presiden menggantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Kendati demikian, eks Danjen Kopassus itu tak mengungkapkan siapa sosok pengganti Jenderal Andika.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas