Tribun

Pergantian Panglima TNI

Analis Militer Ungkap 3 PR Laksamana Yudo Margono untuk Wujudkan Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia

Tiga hal yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dalam mewujudukan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Analis Militer Ungkap 3 PR Laksamana Yudo Margono untuk Wujudkan Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Pengamat Militer dan Pertahanan Connie Rahakundini Bakrie mengungkapkan tiga hal yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dalam mewujudukan Indonesia sebagai poros maritim dunia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Analis Pertahanan, Militer, dan Hubungan Internasional Dr Connie Rahakundini Bakrie mengungkapkan tiga hal yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dalam mewujudukan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Menurut Connie penunjukkan Yudo Margono sebagai calon Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi patut diapresiasi.

Connie mengatakan hal tersebut karena Jokowi telah memenuhi janjinya di awal masa kepemimpinan sebagai Presiden saat menyampaikan visi bahwa Indonesia harus menjadi negara poros maritim dunia dan mewujudkan nawacita.

Hal tersebut disampaikannya dalam program Sapa Indonesia Malam Kompas TV di kanal Youtube KOMPASTV dikutip pada Selasa (29/11/2022).

"Ketika kita baca nawacita itu sangat jelas, di situ disampaikan bahwa kita harus mempunyai kekuatan pertahanan di dua samudera," kata Connie.

Baca juga: Pimpinan DPR Pastikan Uji Kepatutan Yudo Margono sebagai Calon Panglima TNI Tak Digelar Pekan Ini

Tiga hal yang menurut Connie menjadi PR Yudo Margono untuk mewujudkan Indonesia menjadi poros maritim dunia adalah power projection (proyeksi kekuatan), aset, dan kesiapan.

Menurutnya tiga hal tersebut penting untuk melihat bagaimana sebuah kekuatan pertahanan dibangun.

Proyeksi kekuatan kata dia, adalah terkait kekuatan apa yang kita mau dan bisa, berapa lama, dan di mana akan digelar.

Baca juga: Laksamana Yudo Margono, Calon Tunggal Panglima TNI Kantongi Harta Rp 17 Miliar

"Jadi misalnya kalau sekarang kita melihat konstelasi geopolitik, maka abad sekarang itu abad Asia. Lalu kita itu dekat dengan titik-titik hotspot kawasan," kata Connie.

"Makanya kemudian power projection kita sudah tidak bisa lagi inward looking, tetapi outward looking defence," sambung dia.

Terkait PR kedua yakni aset, menurutnya bukan soal berapa banyak aset pertahanan yang dimiliki Indonesia melainkan kesiapan yang menjadi PR ketiga.

Maksudnya, lanjut dia, seberapa siap aset pertahanan yang dimiliki Indonesia untuk digunakan.

Baca juga: Peneliti Imparsial Al Araf: Pengajuan Nama Yudo Margono Jadi Panglima TNI Sesuai Pola Rotasi UU TNI

"Jadi ketika kita punya aset, siapkah dia di-deploy? Itu menjadi sangat penting. Dan inilah yang menjadi PR yang menurut saya akan dibawa oleh Pak Yudo," kata Connie.

Untuk itu, ia berharap Yudo akan membuat road map atau peta jalan pertahanan Indonesia sebagai negara maritim.

Di sisi lain, menurutnya konstelasi di kawasan juga perlu menjadi perhatian misalnya adanya isu seolah Taiwan, atau Laut China Selatan, atau Indonesia bagian Timur akan menjadi hot spot.

"Nah bagaimana kemudian, KSAL, walaupun ada yang bilang bahwa jangkanya pendek dalam memimpin sebagai panglima baru, tapi jangan lupa, beliau mampu akan membuat sebuah roadmap pertahanan yang signifikan, sangat penting, yang mengandung tiga elemen tadi," kata dia.

"Power projection yang benar untuk sebuah negara maritim, readiness yang benar, dan aset yang benar. Itu yang paling penting," katanya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas