Tribun

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Hasil Autopsi 2 Jenazah Kakak Beradik Korban Tragedi Kanjuruhan Sudah Keluar

Hasil autopsi 2 jenazah korban Tragedi Kanjuruhan sudah keluar tapi langsung diberikan ke penyidik Polda Jawa Timur tanpa memberitahukan pada keluarga

Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Hasil Autopsi 2 Jenazah Kakak Beradik Korban Tragedi Kanjuruhan Sudah Keluar
SURYA/SURYA/PUR
Devi Athok Yulfitri menangis histeris saat menyaksikan ekshumasi makam dua anaknya yang menjadi korban Tragedi Kanjuruhan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (5/11/2022). Ekshumasi dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya korban dalam Tragedi Kanjuruhan. Dua makam yang dilakukan ekshumasi yaitu kakak beradik atas nama Natasya Debi Ramadani (16) dan Naila Debi Anggraini (13). Hasil autopsi 2 jenazah korban Tragedi Kanjuruhan sudah keluar tapi langsung diberikan ke penyidik Polda Jawa Timur tanpa memberitahukan pada keluarga SURYA/PURWANTO 

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Hasil autopsi terhadap dua jenazah korban Tragedi Kanjuruhan sudah keluar. 

Sayangnya hasil autopsi pada kakak beradik, dua jenazah korban Tragedi Kanjuruhan ini langsung diserahkan ke pihak penyidik Polda Jawa Timur tanpa memberitahukan pada keluarga korban maupun tim kuasa hukum.

Jika dihitung hasil autopsi keluar setelah 23 hari usai dilakukan pembongkaran makam atau ekshumasi. 

Keluarnya hasil autopsi ini dibenarkan oleh Imam Hidayat, selaku tim kuasa hukum korban.

Namun, dirinya tidak tahu pasti kapan hasilnya keluar.

Ia mengetahui hal ini lantaran telah berkomunikasi dengan dokter forensik yang melakukan autopsi jenazah NDR (16) dan NDB ,(13).

"Hasilnya sudah keluar, sudah diprint juga. Tinggal nanti kapan penyidik mau ambil," ujar Imam Hidayat, Senin (28/11/2022).

Secara terperinci seperti apa hasilnya, Imam mengaku tidak mengetahuinya. Karena, pihak forensik tidak memiliki wewenang tersebut.

"Yang berwenang membuka hasil autopsi adalah tim penyidik. Entah mau membeberkan ke media atau mekanisme saat persidangan," ucapnya.

Baca juga: Penanganan Tragedi Kanjuruhan Jalan di Tempat, Aremania Harap Kasus Diambil Alih Mabes Polri

Dengan adanya hal ini, Imam cukup khawatir terjadi penyelewengan.

Namun, ia berharap pihak penyidik transparan kepada publik.

"Menurut aturan undang-undang memang seperti itu. Kalau dibilang khawatir ya manusiawi. Tapi kita selalu beranggapan baik, mudah-mudahan baik, juga kejujuran sumpah jabatan, baik penyidik mau membuka terang semua, transparansi terhadap hasil autopsi, yang sudah diserahkan oleh dokter," pungkasnya.

Sebelumnya, kedua jenazah korban Tragedi Kanjuruhan berinisial NDR dan NDB dilakukan autopsi pada Sabtu (5/11/2022).

Jenazah merupakan kakak beradik anak dari Devi Athok, warga Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Petugas dari Inavis Polda Jatim berjaga di area luar lokasi ekshumasi makam dua korban Tragedi Kanjuruhan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (5/11/2022). Ekshumasi dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya korban dalam Tragedi Kanjuruhan. Dua makam yang dilakukan ekshumasi yaitu kakak beradik atas nama Natasya Debi Ramadani (16) dan Naila Debi Anggraini (13). SURYA/PURWANTO
Petugas dari Inavis Polda Jatim berjaga di area luar lokasi ekshumasi makam dua korban Tragedi Kanjuruhan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (5/11/2022). Ekshumasi dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya korban dalam Tragedi Kanjuruhan. Dua makam yang dilakukan ekshumasi yaitu kakak beradik atas nama Natasya Debi Ramadani (16) dan Naila Debi Anggraini (13). SURYA/PURWANTO (SURYA/SURYA/PUR)

Artikel ini telah tayang di SuryaMalang.com dengan judul Hasil Autopsi 2 Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan Keluar, Kuasa Hukum Khawatir Terjadi Penyelewengan

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas