Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hari Penghapusan Perbudakan Internasional, 2 Desember 2022: Sejarah, Tema dan Tujuan

Simak sejarah dan tema Hari Penghapusan Perbudakan Internasional 2022, yang bertujuan meningkatkan kesadaran global untuk memerangai isu perbudakan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hari Penghapusan Perbudakan Internasional, 2 Desember 2022: Sejarah, Tema dan Tujuan
laman website freepik.com
ilustrasi penghapusan perbudakan - Simak sejarah dan tema Hari Penghapusan Perbudakan Internasional 2022, yang bertujuan meningkatkan kesadaran global untuk memerangai isu perbudakan. 

Demikian pula, para korban perbudakan berasal dari berbagai ras dan latar belakang agama.

Orang Afrika diculik pada abad ke-17 dan ke-18.

Mereka dijual sebagai budak di koloni Amerika dan dieksploitasi untuk bekerja sebagai budak dalam produksi produk seperti tembakau dan kapas.

ILO telah mengadopsi Protokol yang mengikat secara hukum yang dirancang untuk memperkuat upaya global untuk menghapuskan kerja paksa.

Protokol itu mulai berlaku pada November 2016.

Kelompok Kerja PBB dalam rangka menghapus Perbudakan dengan menyerahkan laporan.

Laporan tersebut berisi pengajuan tanggal untuk dipertimbangkan sebagai Hari Penghapusan Perbudakan Sedunia pada tahun 1985.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca juga: Dua Anak di Tebing Tinggi Diduga Korban Perbudakan, Kerja di Toko Miras Tanpa gaji, Ini Kata Polisi

Tema Hari Penghapusan Perbudakan Internasional 2022

Pada peringatan Hari Penghapusan Perbudakan Internasional 2022 ini, PBB mengangkat tema “Kisah Keberanian: Perlawanan terhadap Perbudakan dan Persatuan melawan Rasisme”.

Melansir un.org, latar belakang mengangkat tema ini adalah perdagangan transatlantik budak Afrika, dan kejahatan terhadap kemanusiaannya.

PBB menganggap masa itu sebagai transaksi ekonomi yang merendahkan dan pelanggaran hak asasi manusia yang luar biasa.

Sebagai manusia modern, kita perlu belajar tentang fakta di balik masa itu.

Faktanya terdapat penderitaan dan rasa sakit yang tak terhitung.

Namun, di balik itu terdapat kisah-kisah tentang keberanian dan pembangkangan yang menakjubkan terhadap kekejaman para penindas.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas