Tribun

Migrasi TV Digital

Ketua Komisi I DPR: Kementerian Kominfo Harus Pastikan Distribusi STB Tepat Sasaran

Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafida Hafid meminta Kominfo untuk memastikan pendistribusian STB sudah berjalan dengan baik.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Whiesa Daniswara
zoom-in Ketua Komisi I DPR: Kementerian Kominfo Harus Pastikan Distribusi STB Tepat Sasaran
Dok. Tim Komunikasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo
Proses pemasangan Set Top Box (STB) di Banten, Juni 2021. Televisi lama pun tetap dapat digunakan untuk mendapatkan layanan siaran televisi digital dengan hanya menambahkan perangkat Set Top Box (STB). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafida Hafid meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memastikan pendistribusian Set Top Box (STB) berjalan dengan baik.

Pembagian STB harus tepat sasaran untuk masyarakat miskin.

"Data rumah tangga miskin juga harus akurat. Dan juga diberikan dengan baik, sehingga pendistribusian diberikan kepada warga yang tepat sasaran," kata Meutya dalam kegiatan Diskusi Publik Virtual Sosialisasi ASO dan Penyerahan STB di Medan, Jumat (2/12/2022).

Selain itu, kata Meutya, kesiapan ekosistem penyiaran digital di Indonesia juga harus diperhatikan.

Mulai dari regulasi, infrastruktur, penggunaan spektrum frekuensi, penyelenggaraan penyiaran, perangkat digital, serta kesiapan publik.

Baca juga: Cara Memasang STB ke TV Tabung, Agar Mendapat Siaran TV Digital

"Yang tentunya perlu didukung oleh partisipasi dari semua pihak. Baik pemerintah, penyelenggara siaran, maupun masyarakat, semua pihak harus berpartisipasi sesuai dengan tupoksi masing-masing," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Rosarita Niken Widiasturi selaku Staf Khusus Kementerian Kominfo menjelaskan mengenai urgensi peralihan televisi digital.

Dia mengatakan, urgensi peralihan TV analog ke TV digital ini selain memberikan siaran yang lebih berkualitas, adanya program ini dapat mengefisienkan frekuensi.

"Sehingga sisa frekuensi akan digunakan untuk pemerataan internet yang nantinya bermanfaat bagi masyarakat di pelosok-pelosok desa. Sehingga akan tumbuh ekonomi digital dengan memasarkan produk-produk mereka melalui marketplace atau media sosial, tanpa terkendala jaringan internet," ucapnya.

Sementara, Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Sumut, Dearlina Sinaga mengatakan, bahwa dengan adanya televisi digital akan menghadirkan tantangan baru, sehingga kualitas SDM di Indonesia perlu ditingkatkan.

Baca juga: Cara Cek Penerima STB Gratis dengan NIK Melalui cekbantuanstb.kominfo.go.id

“Ketika Indonesia sudah benar-benar beralih pada televisi digital, memungkinkan akan terjadi bertambah banyaknya televisi dan bertambah banyaknya siaran," ucapnya.

Maka, kata Dearlina, di sini yang diharapkan adalah pemberdayaan sumber daya manusia yang ada di daerah.

"Bagaimana mereka itu bisa meningkat bukan hanya sebagai content creator, tetapi juga dalam etika menggunakan seluruh perangkat dan jaringan termasuk infrastruktur yang ada," ucapnya.

Dearlina juga mengungkapkan bahwa KPID Sumut senantiasa mendukung program peralihan televisi analog ke televisi digital dengan melakukan sosialisasi dan literasi.

“Dukungan kami dalam program peralihan TV analog ke Tv digital ini ialah dengan melakukan sosialisasi dan literasi, jadi kami juga turut membantu bagaimana ASO ini terselenggara dengan baik," ucapnya.

"Kami sudah melakukan beberapa kali kegiatan termasuk dengan literasi. Ke depan kami akan melakukan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi yang juga memiliki pers mahasiswa, memiliki radio kampus, atau televisi-televisi yang sifatnya komunitas," tandasnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas