Tribun

Duta Kampus SDGs UI: Sebagai Negara Maritim, Pemanfaatan Mineral RI Perlu Dimaksimalkan

SDGs HUB Universitas Indonesia (UI) sebagai salah satu dari 31 SDGs Center yang tersebar di seluruh Indonesia, sukses melaksanakan pemilihan Duta

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Duta Kampus SDGs UI: Sebagai Negara Maritim, Pemanfaatan Mineral RI Perlu Dimaksimalkan
Istimewa
Duta Kampus SDGs Universitas Indonesia (UI) Salma Ranggita Cahyariyani. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - SDGs HUB Universitas Indonesia (UI) sebagai salah satu dari 31 SDGs Center yang tersebar di seluruh Indonesia, sukses melaksanakan pemilihan Duta Kampus SDGs

Pemilihan ini merupakan rangkaian dari penyelenggaraan SDGs Annual Conference 2022 oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas pada 1-2 Desember 2022 di Jakarta.

Pemilihan Duta Kampus SDGs ditujukan untuk mengapresiasi inisiatif dan meningkatkan keterlibatan dan peran serta kalangan akademisi dan kaum muda di lingkungan kampus.

Sebagai mitra Bappenas untuk mewujudkan komitmen Indonesia dan global dalam mencapai 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, SDGs HUB UI pun turut melaksanakan pemilihan Duta Kampus SDGs di kalangan Kampus Universitas Indonesia pada tanggal 23 September sampai 9 Oktober 2022.

Dari 5 finalis, terpilih dua duta utama yaitu Salma Ranggita Cahyariyani dan Muhammad Caessar dari Program Studi Teknik Metalurgi dan Material.

Serta Duta Runner Up yakni Lintang Shafa Mazaya dari Ilmu Administrasi Negara.

Program Manager SDGs HUB UI Radhe Ayu berharap bahwa Duta Kampus SDGs UI dapat menjadi role model bagi para pemuda melalui program-program SDGs yang dapat memberikan solusi untuk Indonesia dan dunia yang lebih berkelanjutan. 

Duta tersebut kedepannya akan bersinergi bersama untuk membantu Universitas Indonesia dalam mengimplementasikan SDGs di lingkungan kampus, tingkat lokal (daerah), nasional, dan Internasional.

Salma Ranggita menyatakan data terbaru yang dilansir oleh The Economic and Social Commision for Asia and the Pasific (ESKAP) menunjukan bahwa Asia Tenggara (Southeast Asia) di tahun 2022 memang mengalami tren regresi atau penurunan, dari sdgs poin 6, 12,13,14.

Baca juga: Menerapkan SDGs dari Hulu Hingga Hilir, Produsen Jamu ini Raih Penghargaan SDGs Action Awards 2022

Menurutnya, kondisi tersebut sangat disayangkan karena banyak potensi kekayaan alam Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Sebagai mahasiswa Metalurgi Material, saya cukup mempelajari besarnya potensi mineral alam Indonesia. Namun (sayangnya,red) pemanfaatan potensi tersebut belum terlalu maksimal,” kata Salma, Minggu (4/12/2022).

Selain itu, sebagai negara maritim yang terletak di garis khatulistiwa, Indonesia juga memiliki luas garis pantai yang sangat Panjang.

Indonesia, ungkap Salma, juga merupakan paru-paru dunia dan negara dengan kekayaan lautan yang beragam. 

Fakta ini, baginya, semakin menunjukan posisi Indonesia yang memiliki potensi yang luas dan harus terus dikembangkan untuk keberlangsungan serta kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Kami sebagai duta SDGs perwakilan dari Universitas Indonesia, ingin mengangkat isu-isu ini dan membawa dampak nyata kepada masyarakat melalui program yang berjudul 'Innovation to Invention' yang membawa makna inovasi untuk bekal investasi di masa depan," ucao Salma.

Baca juga: Guru Besar IPB Sebut Hilirisasi Industri Sawit Berkelanjutan Harus Berpedoman pada SDGs

"Melalui program ini, kami berharap dapat meningkatkan edukasi dan kepedulian terkait pentingnya SDGs di kalangan anak muda, menyumbang inovasi, dan call to action contributions demi keberlangsungan atau sustainability negara tercinta kita Indonesia,” jelasnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas