Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sejarah Hari Raya Galungan yang Dirayakan pada 4 Januari 2023 dan Rangkaian Acaranya

Berikut asal usul Hari Raya Galungan pada Rabu (4/1/2023) besok. Hari Raya Galungan dirayakan dua kali dalam setahun oleh umat Hindu.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Pondra Puger Tetuko
Editor: Sri Juliati
zoom-in Sejarah Hari Raya Galungan yang Dirayakan pada 4 Januari 2023 dan Rangkaian Acaranya
WARTAKOTA/Nur Ichsan
Umat Hindu Kota Tangerang, merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan melakukan persembahyangan bersama di Pura Kertajaya, Di.kawasan Pasar Baru, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (14/4/2021). Inilah asal usul dan sejarah Hari Raya Galungan, beserta rangkaian acaranya. 

a. Bubuh putih untuk umbi-umbian

b. Bubuh bang untuk padang-padangan

c. Bubuh gadang untuk bangsa pohon yang berkembangbiak secara generatif

d. Bubuh kuning untuk bangsa pohon yang berkembangbiak secara vegetatif

- Sugihan Jawa

Sugihan jawa berasal dari dua kata yakni sugi yang artinya bersih dan jawa yang berarti luar.

Sugihan Jawa diartikan sebagai pembesihan atau penyucian yang berada di luar diri manusia.

Rekomendasi Untuk Anda

- Sugihan Bali

Sementara Sugihan Bali memiliki arti pembersihan atau penyucian diri sendiri.

- Hari Penyekeban

Hari Penyekeban  memiliki filosofi 'nyekeb indriya' yang berarto mengekang diri dari hal-hal yang tidak dibenarkan oleh agama.

- Hari Penyajan

Berasal dari kata Saja yang berarti benar atau serius.

Hari Penyajan ini adalah untuk memantapkan diri sebelum merayakan Hari Raya Galungan.

- Hari Penampahan

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas