Full Pidato Jokowi Hari Pers Nasional, Minta Perpres Platform Digital Segera Dirancang
Dalam pidatonya itu, Jokowi menjelaskan empat poin penting dalam hal perkembangan dunia pers, satu di antaranya bahas soal Perpres platform digital.
Penulis: Galuh Widya Wardani
Editor: Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato di peringatan Hari Pers Nasional 2023.
Dalam pidatonya itu, Jokowi menjelaskan empat poin penting dalam hal perkembangan dunia pers.
Satu di antaranya adalah menyinggung soal usulan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate yang mengajukan izin prakarsa mengenai rancangan Perpres tentang kerjasama perusahaan platform digital.
Tentunya dengan mengedepankan pembentukan jurnalisme yang berkualitas.
Untuk itu, pihaknya meminta agar rancangan Perpres terkait perusahaan platform digital segera selesai.
"Saran saya bertemu kemudian dalam satu bulan ini harus selesai mengenai Perpres ini, jangan lebih dari satu bulan."
"Saya akan ikut nanti dalam beberapa pembahasan mengenai ini," jelas Jokowi dikutip dari tayangan Kompas Tv.
Baca juga: Respons Jokowi Tanggapi Pemanggilan Menkominfo Johnny Plate oleh Kejaksaan Agung
Adapun pembahasan tersebut terangkum dalam tema "Dunia Pers Tidak Sedang Baik-baik Saja".
Poin pertama, Jokowi menyebut pers semestinya harus membuat pemberitaan yang bertanggung jawab.
"Dulu isu utama dunia pers adalah kebebasan pers, selalu itu yang kita suarakan, tapi sekarang apakah isu utamanya tetap sama? menurut saya sudah bergeser karena kurang bebas."
"Pers sekarang ini mencakup seluruh media informasi yang bisa tampil dalam bentuk digital, semua orang bebas membuat berita dan sebebas-bebasnya."
"Sekarang ini masalah yang utama, menurut saya adalah membuat pemberitaan yang bertanggung jawab."
"Karena masyarakat kebanjiran berita dari media sosial dan media digital lainnya, termasuk platform platform dan umumnya tidak beredaksi atau dikendalikan oleh Algoritma raksasa digital yang cenderung mementingkan sisi komersial saja dan hanya akan mendorong konten-konten recehan yang sensasional," jelas Jokowi.
Menurutnya, sekarang ini banyak sekali yang mengorbankan kualitas isi dan jurnalisme otentik.