Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Jaga Stabilitas Harga, Satgas Pangan Polri Turun ke Sejumlah Pasar di Jakarta Hingga Bekasi

Satuan Tugas Pangan Polri melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar untuk memastikan ketersediaan serta melihat stabilitas harga pangan.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Jaga Stabilitas Harga, Satgas Pangan Polri Turun ke Sejumlah Pasar di Jakarta Hingga Bekasi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Foto dok./ Petugas menunjukkan barang bukti saat pengungkapan kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (31/1/2022). Dalam pengungkapan tersebut Satgas Pangan Polri berhasil menangkap dua orang tersangka dan mengamankan barang bukti pupuk yang diduga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 30 miliar. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satuan Tugas Pangan Polri melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar untuk memastikan ketersediaan serta melihat stabilitas harga pangan di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi pada Jumat (10/2/2023).

Satgas Pangan menurunkan empat tim untuk melakukan langkah-langkah proaktif sesuai ketentuan hukum melalui pengecekan terhadap ketersediaan beras Bulog dan minyak goreng dengan merek Minyakita.

Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Whisnu Hermawan menyatakan bahwa pemantauan tim di lapangan dilakukan untuk memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras Bulog di pengecer di kisaran Rp 9450/kg dan HET Minyakita di pengecer Rp 14000/liter.

“Tim di lapangan melakukan monitoring dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif,” ujar Brigjen Whisnu di Jakarta, Jumat (10/2/2023).

Baca juga: Bulog Bersama Satgas Pangan Polda Banten Ungkap Penyelewengan 350 Ton Beras

Selain itu, kata Whisnu, tim Satgas Pangan juga akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku jika ditemukan penyimpangan yang menggangggu ketersediaan pangan.

Dari hasil pemantauan, Satgas pangan menemukan indikasi penyimpangan harga beras dari yang sudah ditetapkan pemerintah Rp 8300/kg untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB dan Sulawesi.

BERITA TERKAIT

“Tim juga menemukan adanya pengoplosan beras Bulog dengan beras lokal dan dijual diatas harga eceran tertinggi (HET) yang dilakukan oleh pengecer,” ungkap Brigjen Whisnu Hermawan.

Selain itu, Whisnu yang juga menjabat sebagai Dirtipideksus Bareskrim mengungkapkan adanya temuan tim di lapangan dimana agen beras kesulitan untuk mendapatkan beras dari Distributor.

“Beras Bulog juga masih belum tersebar di seluruh wilayah Jabodetabek,” jelas Whisnu.

Selain temuan penyimpangan beras Bulog, Satgas Pangan juga menemukan penyimpangan dalam penjualan Minyakita.

“Minyakita sudah 1 bulan terakhir sulit didapatkan di pasar tradisional wilayah Jabodetabek dan pedagang juga menjual Minyakita di atas harga eceran tertinggi (HET) pada kisaran Rp15 ribu s/d Rp17 ribu per-liter,” pungkas Whisnu

Adapun yang menjadi lokasi pemantauan adalah di pasar Jembatan Lima, pasar Kebon Bawang, pasar Muara Angke dan pasar Pluit, pasar Kartini dan pasar Tradisional Galaxy.

Lalu, pasar Benhil, pasar Tanah Abang Bukitc, pasar Gondangdia, pasar Kemiri Muka, pasar Depok Jaya, dan Pasar Gandul Modern.

Selanjutnya, pasar Cibubur, pasar Palmeriam dan pasar Ciracas di Jakarta Timur, pasar Blok A, pasar Mayestik dan pasar Santa di Jakarta Selatan, serta pasar Ciputat, pasar Segar Graha, dan pasar Poris Indah Tangerang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Wiki Populer

© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas