Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Profil Benny Mamoto yang Awasi Sidang Etik Bharada E, Jabat Ketua Harian Kompolnas

Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto, akan menjadi pengawas eksternal sidang etik Bharada E, Rabu (22/2/2023). Simak profilnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Profil Benny Mamoto yang Awasi Sidang Etik Bharada E, Jabat Ketua Harian Kompolnas
Tangkap layar YouTube KompasTV
Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto, akan menjadi pengawas eksternal sidang etik Richard Eliezer (Bharada E), Rabu (22/2/2023). Simak profilnya. 

- Bintang Bhayangkara Nararya (prestasi).

Pada 2015, Benny Mamoto menjajal peruntungan di dunia politik.

Ia maju dalam Pemilihan Gubernur 2015 Sulawesi Utara bersama David Bobihoe dengan diusung Golkar, namun berujung gagal.

Baca juga: Delapan Orang Saksi Dihadirkan dalam Sidang Etik Bharada E

Benny juga pernah maju Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lewat partai NasDem.

Tetapi, upaya terjun ke dunia politik tersebut lagi-lagi menemui kegagalan.

Tahun 2020, Benny ditunjuk sebagai Ketua Harian Kompolnas berdasarkan rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.

Pernah Di-bully Terkait Kasus Brigadir J

Deputi Bidang Penindakan Badan Narkotika Nasional, Inspektur Jenderal Benny Mamoto (tengah) memberikan keterangan pers hasil penetapan status Raffi Ahmad bersama tujuh orang lainnya yang diperiksa BNN di  Kantor Badan Narkotika Nasional, Jakarta, Jumat (1/2/2013). Raffi Ahmad ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti mengonsumsi 3,4-MDMC dan kepemilikan narkoba. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Benny Mamoto saat menjabat sebagai Deputi Bidang Penindakan Badan Narkotika Nasional. Ia memberikan keterangan pers hasil penetapan status Raffi Ahmad bersama tujuh orang lainnya yang diperiksa BNN di Kantor Badan Narkotika Nasional, Jakarta, Jumat (1/2/2013). Raffi Ahmad ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti mengonsumsi 3,4-MDMC dan kepemilikan narkoba. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO (KOMPAS images/KRISTIANTO PURNOMO)
Rekomendasi Untuk Anda

Saat awal kasus pembunuhan Brigadir J muncul pada Juli 2022, Benny Mamoto menilai tak ada kejanggalan dalam tewasnya ajudan Ferdy Sambo itu.

Hal ini disampaikan Benny setelah ia mendengar pernyataan dari tim penyidik Polres Jakarta Selatan dan melihat bukti serta foto-foto yang ada.

Kala itu, ia juga menyebut Brigadir J tewas ditembak karena telah melecehkan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Ketika skenario pembunuhan Brigadir J terbongkar, Benny Mamoto di-bully.

Ia bahkan diminta mundur dari Kompolnas.

Salah satu desakan yang meminta Benny mundur, datang dari anggota DPR RI, Desmond Mahesa.

Saat hadir menjadi bintang tamu dalam acara Rosi di KompasTV pada Agustus 2022, Benny menyampaikan penyesalannya.

Ia mengaku telah menjadi korban skenario Ferdy Sambo.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas