AKBP Dody Mohon Ampun ke Sang Ayah, Pilih Jujur Ungkap Kasus Teddy Mihanasa
Keterpaksaan itu diungkapkan melalui penasihat hukumnya karena takut pada kekutan atasannya, yakni Irjen Pol Teddy Minahasa.
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - AKBP Dody Prawiranegara, terdakwa kasus peredaran narkoba mengaku terpaksa menukar dan memperjual belikan narkotika jenis sabu hasil pengungkapan kasus oleh Polres Bukittinggi.
Keterpaksaan itu diungkapkan melalui penasihat hukumnya karena takut pada kekutan atasannya,
yakni Irjen Pol Teddy Minahasa.
Selain kepangkatan yang berjarak antara perwira menenangah dan perwira atas, kala itu Dody sebagai Kapolres Bukittinggi bertanggung jawab kepada Teddy yang menjabat Kapolda Sumatra Barat (Sumbar).
Tak hanya itu, Teddy juga dikenal memiliki koneksi yang luas, baik di dalam maupun di luar institusi Polri.
Sehingga hal itu membuat AKBP Dody terpaksa menjalankan arahan dari Teddy Minahasa.
"Dia kan koneksinya ke mana-mana. Ke SDM bagus," kata penasihat hukum Dody, Adriel Viari Purba dalam wawancara khusus dengan Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domuara D Ambarita di Kantor Tribunnews.com pada Sabtu (11/3/2023).
Baca juga: Alasan AKBP Dody Prawiranegara Turuti Perintah Irjen Teddy Minahasa: Takut Dimutasi ke Papua
Tentu, relasi kuasa dan kepangkatan Teddy Minahasa diduga bisa melakukan berbagai cara dengan merekomendasikan dan menggeser sejumlah anggota Polri dari tugas semula.
Hal itu tentu bisa menyasar ke Dody, yang pada posisinya bawahan Teddy Minahasa.
"Tinggal dia telepon letingnya di SMD Mabes Polri," katanya.
Power seorang Teddy Minahasa itu diklain pihak Dody terbukti dari mutasi dirinya ke bagian logistik Polda Sumatra Barat.
Padahal, Dody sendiri tak memiliki pengalaman di bidang logistik, melainkan Reserse.
Menurut pihak Dody, mutasi itu dilakukan karena dirinya telah mengulur-ulur waktu penukaran dan penjualan sabu ketika diperintah oleh Teddy.
Bahkan, seandainya perintah Teddy saat itu ditolak, bukan tak mungkin Dody akan dimutasi ke
tempat yang jauh dari keluarga, serta akan menghambat kariernya sebagai perwira menengah ke
perwira atas.
"Kalau saya ulur-ulur waktu saja saya dipindah ke Polda Sumbar jadi Kabagda Rolog, mungkin kalau saya tolak, bisa dipindah ke Papua saya," ujar Adriel menirukan ucapan Dody kepadanya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.