Dosen Perlu Beradaptasi Jika Artificial Intelligence Diterapkan di Bidang Pendidikan
contoh yang menonjol adalah penggunaan chatbot AI seperti ChatGPT yang memberi bantuan banyak orang termasuk mahasiswa dalam menyelesaikan tugas
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Wahyu Aji
![Dosen Perlu Beradaptasi Jika Artificial Intelligence Diterapkan di Bidang Pendidikan](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/ilustrasi-gpt.jpg)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perkembangan zaman yang memasuki era digital, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai dikembangkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, kesehatan, dan industri.
Tercatat pengguna internet di Indonesia jumlahnya mencapai 215,63 juta orang pada periode 2022-2023, yang membuat data AI semakin berkembang.
Pada perguruan tinggi, AI telah digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran, penelitian, dan administrasi kampus.
Salah satu contoh yang menonjol adalah penggunaan chatbot AI seperti ChatGPT yang memberi bantuan banyak orang termasuk mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik mereka.
Kemunculan AI membawa tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi. Salah satu tantangan utama adalah pengaruhnya terhadap cara berpikir dosen, mahasiswa, dan kebijakan perguruan tinggi secara keseluruhan.
Binus University, turut menggelar simposium nasional untuk berbagi pengetahuan dengan industri dan pemerintah mengenai penggunaan AI di berbagai bidang.
Head of Department Doctor of Computer Science, Binus Graduate Program, Dr. Ford Lumban Gaol mengatakan dosen perlu mengikuti perkembangan teknologi dengan pemanfaatan AI dalam metode pengajaran mereka.
“Dosen perlu beradaptasi dengan perubahan teknologi ini untuk memenuhi kebutuhan belajar mahasiswa yang semakin beragam. Mereka perlu mengintegrasikan penggunaan AI dalam metode pengajaran mereka, seperti memberikan tugas yang melibatkan pemecahan masalah kompleks atau penggunaan algoritma AI untuk analisis data,” kata Ford dalam keterangannya, Jumat (7/7/2023).
Mahasiswa Pakai AI untuk Mengerjakan Tugas: Ancaman atau Bantuan?
Kehadiran AI dapat menjadi bantuan bagi mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugas mereka. Dengan adanya alat bantu seperti ChatGPT, mahasiswa dapat mendapatkan saran dan petunjuk yang berguna dalam menyelesaikan tugas mereka.
AI bisa membantu mengurangi beban kerja mahasiswa dan memberikan wawasan yang lebih dalam materi yang dipelajari.
Kendati begitu, ada juga aspek yang perlu diperhatikan, yaitu risiko ketergantungan terhadap AI.
Mahasiswa harus tetap diarahkan untuk mengembangkan keterampilan kritis, kreatif, dan analitis yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan.
Dalam menghadapi tantangan ini, dosen perlu mengubah cara mengajar mereka. Mereka perlu memancing mahasiswa untuk menjawab pertanyaan atau menyelesaikan tugas yang hasilnya tidak dapat diperoleh dari AI.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.