Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

10 Fakta Hari Raya Galungan dan Kuningan Umat Hindu di Bali

Umat Hindu menjadikan momentum Hari Raya Galungan sebagai hari kemenangan Dharma melawan Adharma.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 10 Fakta Hari Raya Galungan dan Kuningan Umat Hindu di Bali
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Umat Hindu mengikuti persembahyangan saat merayakan Hari Raya Galungan di Pura Amerta Jati Cinere, Depok, Rabu (14/4/2021). Hari Raya Galungan yang merupakan hari merayakan kemenangan kebaikan (Dharma) melawan kejahatan (Adharma) itu diikuti umat Hindu dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Dalam pembuatannya, masyarakat Bali menyebutnya dengan tradisi ngelawar yang diyakini sebagai satu simbol kebersamaan serta gotong royong.

5. Dirayakan secara turun-temurun

Hari Suci Galungan dirayakan umat Hindu secara turun-temurun sejak abad ke-8 Masehi, begitu juga dengan Kuningan.

6. Identik dengan Penjor

Hari Raya Galungan dan Kuningan ditandai dengan penjor yang menjulang tinggi di depan gapura rumah umat Hindu.

Janur kuning ini akan terpasang disepanjang jalan dengan dihiasi oleh daun kelapa, padi, hingga tempat banten atau sesaji.

7. Saat Galungan dan Kuningan, Umat Hindu akan Sembahyang ke Pura

Rekomendasi Untuk Anda

Saat hari raya ini umat Hindu di Bali akan melakukan persembahyangan di pura hingga di sanggah atau merajan masing-masing bersama keluarga dan saudara dengan mengenakan pakaian adat.

8. Nasi Kuning sebagai bentuk persembahan

Saat perayaan Hari Raya Kuningan, umat Hindu akan membuat nasi kuning untuk disajikan dalam persembahan.

Harapannya, nasi kuning ini bisa membawa kemakmuran.

9. Hari Suci ini kecintaannya para wisatawan

Selain sebagai sebuah ritual keagamaan, perayaan hari suci ini ternyata menarik perhatian banyak wisatawan sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

Keunikan hari suci ini dapat membuat para wisatawan berbondong-bondong datang ke Bali.

Sehingga Bali tidak hanya diminati karena keindahan alamnya saja, melainkan juga karena kebudayaan dan tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Bali.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas