Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
Live
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

KTT MSG Tolak Keanggotaan ULMWP, Pengamat Nilai Karena Perubahan Paradigma Negara Melanesia

Keputusan ini menunjukkan bahwa negara-negara Melanesia dan Pasifik mengakui kedaulatan Indonesia atas Papua dan menolak upaya separatisme.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in KTT MSG Tolak Keanggotaan ULMWP, Pengamat Nilai Karena Perubahan Paradigma Negara Melanesia
ist
Webinar nasional Moya Institute, Jumat (22/9/2023). Webinar tersebut membahas penolakan keanggotaan penuh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dalam KTT Melanesian Spearhead Group (MSG). 

"Jika salah menangani, maka akan menjadi bumerang dan menciptakan masalah baru. Sebagaimana kita ketahui, kita masuk forum MSG karena kita tahu ada pihak eksternal yang terlibat dalam isu Papua," katanya.

Mahfudz menyarankan Indonesia meningkatkan hubungan diplomatik dengan negara-negara Melanesia. Selain itu, juga melakukan pendekatan budaya, mengingat Indonesia adalah negara yang memiliki etnis Melanesia terbesar di dunia.

"Kita punya kehormatan untuk mengembangkan budaya Melanesia. Pendekatan budaya ini menjadi bagian dari diplomasi lunak," ujarnya.

Pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, mengatakan pemerintah Indonesia harus meniadakan segala upaya yang dilakukan Benny Wenda, baik di Papua maupun di dunia internasional.

Menurutnya, Indonesia juga perlu membangun kerjasama erat dan kesepahaman dengan negara-negara yang memperhatikan Papua secara khusus, seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, RRC, Vanuatu, dan Uni Eropa.

"Penguatan sektor pendidikan dan sumber daya manusia, serta rekrutmen berbasis meritokrasi adalah kunci bagi kesuksesan Indonesia mengatasi isu Papua," ujarnya.

Direktur Eksekutif Moya Institute, Hery Sucipto, mengatakan ULMWP adalah organisasi yang didukung oleh kekuatan yang memiliki kepentingan untuk mendestabilisasi Indonesia. Penolakan keanggotaan ULMWP akan membantu mencegah upaya-upaya destabilisasi tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas