Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BPBD Tanah Datar Bantah Ada Lahar Panas Marapi Mengalir, Bupati Imbau Warga Tak Sebarkan Hoaks

Kalaksa BPBD Tanah Datar, Yusnen, menegaskan video yang menyebut adanya lahar panas Marapi mengalir ke Tanah Datar tidak benar.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in BPBD Tanah Datar Bantah Ada Lahar Panas Marapi Mengalir, Bupati Imbau Warga Tak Sebarkan Hoaks
kolase Tribunnews.com (Tribun Padang-Humas Pemkab Tanah Datar)
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, langsung merespons video yang menyebut adanya lahar panas Marapi mengalir ke wilayahnya, pastikan itu tidak benar. 

Pengamat Gunung Api Penyelia Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Teguh Purnomo, menyampaikan, sinar atau pijar apir itu hal yang lazim.

Sebab, saat ini kondisi Gunung Marapi sedang erupsi.

Sementara video kedua menampilkan lahar api yang turun ke bawah.

Video ini dipastikan tidak terjadi di Gunung Marapi Sumbar.

Teguh Purnomo menjelaskan, lahar panas memiliki mekanisme tersendiri dari gunung api.

Tangkapan layar video penampakan lahar panas yang disebut mengalir dari puncak Gunung Marapi ke Tanah Datar yang beredar di media sosial pada Rabu (6/12/2023) malam. BPBD menyebut itu tidak benar alias hoaks.
Tangkapan layar video penampakan lahar panas yang disebut mengalir dari puncak Gunung Marapi ke Tanah Datar yang beredar di media sosial pada Rabu (6/12/2023) malam. BPBD menyebut itu tidak benar alias hoaks. (Istimewa)

Erupsi Gunung Marapi

Sebagaimana diketahui, Gunung Marapi mulai erupsi pada Minggu (7/12/2023) pukul 14.54 WIB.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada waktu itu, terjadi letusan dan menyemburkan abu vulkanik hingga ketinggian 3.000 meter di atas puncak.

Akibat erupsi tersebut, sebanyak 75 orang menjadi korban.

Berdasarkan data di pos BKSDA, sebanyak 52 orang berhasil selamat dan 23 meninggal dunia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan untuk operasi SAR evakuasi pendaki yang menjadi korban erupsi Gunung Marapi telah ditutup.

"Hingga tadi malam sebelum operasi SAR ditutup, tidak ada laporan masyarakat yang diterima di posko utama," kata Abdul Malik.

Senada, Kasi Ops Kantor SAR Padang, Hendri mengatakan, operasi SAR telah ditutup dan petugas gabungan akan kembali ke satuan masing-masing.

"Kita akan kembali ke satuan masing-masing, tadi ada apel untuk mengucapkan terima kasih kepada semua tim yang tergabung dalam pelaksanaan operasi SAR erupsi Gunung Marapi," kata Hendri.

Hendri mengatakan, terkhusus untuk Basarnas diturunkan petugas dari Kantor SAR Padang, Pos SAR 50 Kota, Kantor SAR Jambi, dan Kantor SAR Pekanbaru.

Baca juga: Kisah warga dan aparat yang berjibaku demi mengevakuasi korban erupsi Gunung Marapi

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas