Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Laju Deforestasi di Indonesia Terluas Keempat di Dunia

Indonesia, Brasil, dan Kongo adalah tiga negara pemilik hutan tropis terbesar di dunia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Laju Deforestasi di Indonesia Terluas Keempat di Dunia
pinterest
Hutan Amazon di Brasil 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia, Brasil, dan Kongo adalah tiga negara pemilik hutan tropis terbesar di dunia.

52 persen  hutan hujan tropis dunia berada di ketiga negara ini.

Berdasarkan data World Resources Institute, Brasil memiliki hutan hujan tropis seluas 315,4 juta hektar.

Sekitar 80 persen berada di di wilayah Amazon. Kongo memiliki 98,8 juta hektar dan Indonesia memiliki 83,8 juta hektar.

Sejak 2000, ketiga negara ini kehilangan luas hutan hingga jutaan hektare setiap tahun.

Penebangan hutan untuk penghasilan komoditas menjadi alasan utama.

Penebangan ini biasa dilakukan untuk industri, pertambangan, perkebunan, dan peternakan.

Rekomendasi Untuk Anda

Secara umum, laju deforestasi yang paling luas secara berurut: Brasil, Kongo, Bolivia, kemudian Indonesia.

Baca juga: Program Reforestasi IKN, Miniatur Hutan Hujan Tropis Dibangun di Lahan 97 Hektare

Laporan bersama Indonesia, Brasil dan Kongo bekerjasama dengan lembaga Earth Insight menyimpulkan bahwa kerusakan hutan dunia didominasi oleh eksplorasi bahan bakar fosil, pertambangan, dan ekspansi industri.

Direktur Eksekutif Auriga Nusantara Timer Manurung mengatakan, lahan hutan primer Indonesia tercatat berkurang 270 ribu hektare pada 2020, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 323,6 ribu hektare.  

Berdasarkan analisis Auriga Nusantara, dari 83,8 juta hektare hutan alam di Indonesia saat ini hanya 16,2 juta hektare (19,4 persen) yang dilindungi secara hukum dan berada dalam kawasan konservasi.

“Hampir 23 juta hektare hutan diberikan untuk konsesi ekstraktif termasuk 7.3 juta hektare (8,7%) untuk konsesi konversi hutan (perkebunan kayu, kelapa sawit dan pertambangan) dan 15,6 juta hektare (18,6%) untuk konsesi penebangan pohon yang menurunkan kualitas hutan hutan," ungkap Timur di Jakarta, Jumat (19/1/2024).

"Sebagian besar hutan alam (44,7 juta hektare atau 53,4%) merupakan hutan alam rentan untuk diberikan konsesi ekstraktif oleh pemerintah,” imbuhnya.

Baca juga: Jokowi Tinjau Pembangunan Miniatur Hutan Hujan Tropis IKN Hasil Kolaborasi dengan Swasta

Timer menambahkan, hampir setengah dari konsesi nikel (untuk kendaraan listrik) di Indonesia tumpang tindih dengan hutan alam.

Pada  2021, Indonesia, Brasil dan Kongo mulai menjalin kerja sama trilateral, antara lain tentang pengurangan deforestasi, manajemen pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas