Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Naik Motor, Orang Kepercayaan Surya Paloh Mendadak Datangi Rumah Prabowo Malam Hari

Ahmad Ali merapat ke rumah presiden terpilih RI Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Selada (23/4/2024 malam.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Naik Motor, Orang Kepercayaan Surya Paloh Mendadak Datangi Rumah Prabowo Malam Hari
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali merapat ke rumah presiden terpilih RI Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Selada (23/4/2024 malam. 

Pernyataan itu disampaikan oleh Paloh tepat setelah MK RI menetapkan putusannya, Senin (22/4/2024) kemarin.

"Saya pikir, bagi NasDem, ini adalah keputusan final dan mengikat, bagi seluruh prosedur hukum yang kita miliki di negeri ini, kita menghormati dan menghargai itu. Itu jelas," kata Paloh kepada awak media di NasDem Tower.

Lebih lanjut, Paloh menjelaskan soal posisi partainya saat ini, dia mengibaratkan kalau NasDem sudah menutup buku lama dan akan membuka lembaran baru.

Hanya saja, dalam posisi ini Paloh tidak secara tegas menyampaikan apa yang dimaksudnya tersebut.

"Maka ibarat bagi kita semuanya untuk menutup buku lama dan membuka lembaran buku baru, itulah harapan saya, indonesia membutuhkan semangat ini," ujar dia.

Paloh menyebut, dengan berakhirnya proses Pilpres ini maka dirinya berharap adanya posisi saling menghargai satu sama lain.

Kata dia, persaingan memang wajar terjadi saat kompetisi namun, jika hal itu sudah selesai maka menurutnya harus ada kekuatan bersama kembali.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita boleh bertikai satu sama lain, dalam satu kompetisi, tapi ketika kompetisi selesai, yang kalah yang menghargai yang menang, yang menang apalagi. Inilah kekuatan kita seharusnya, saya harapkan ini bisa menjadi kekuatan kita saat ini," kata dia.

Pasalnya menurut Paloh, saat ini kondisi global penuh dengan ancaman dan ketidakpastian.

Atas hal itu, kekuatan saling menghargai harus bisa diterapkan oleh elemen bangsa demi menjaga stabilitas negara.

"Kita berhubungan satu sama lain, apa yang terjadi di Iran, di Eropa, Cina, Amerika, itu membawa langsung atau tidak langsung impact ke national interest kita, dan harus kita pahami posisi kita saat ini harus bisa menjaga stabilitas nasional," kata dia.

"Dan yang bisa dipahami oleh Nasdem adalah menjaga stabilitas nasional, saya pikir kalau ini tidak mampu kita jaga ini menjadi ancaman bagi kita sebagai suatu bangsa," tukas Paloh.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas