Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

VIDEO Prabowo Mulai Dekati Parpol di Luar Koalisi, Jusuf Kalla Ingatkan Perlunya Oposisi

JK mengakui memahami langkah Prabowo untuk merangkul lawan politik, yakni untuk menguasai parlemen.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK) mengakui kemenangan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pilpres 2024.

Prabowo dan Gibran ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pilpres 2024 dengan perolehan suara sebanyak 96.214.691 suara atau 58,59 persen dari total suara sah nasional.

JK meminta semua pihak tak lagi berdebat soal Pilpres.

Sebab, selama dua tahun terakhir Indonesia disibukkan dengan perbincangan politik.

JK mengajak seluruh pihak menyudahi perdebatan politik dan saatnya fokus menghadapi masalah ekonomi.

Hal ini merespons upaya Prabowo merangkul partai politik (parpol) di luar Koalisi Indonesia Maju (KIM) setelah ditetapkan sebagai presiden terpilih.

Namun JK menekankan upaya merangkul lawan politik memang bagus untuk membangun Indonesia.

Tetapi peran oposisi juga penting untuk mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Rekomendasi Untuk Anda

JK mengakui memahami langkah Prabowo untuk merangkul lawan politik, yakni untuk menguasai parlemen.

"Memang semua pemerintah (berupaya) bagaimana mayoritas di DPR, karena kalau tidak (menguasai DPR), mayoritas pemerintah juga tidak akan jalan," ucapnya.

Adapun, KPU RI telah menetapkan pasangan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden terpilih pada Rabu (24/4/2024).

Setelah penetapan oleh KPU, Prabowo langsung bertemu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Kantor PKB.

Selanjutnya, Prabowo akan menerima kunjungan dari DPP Partai NasDem di kediamannya pada kemarin.

Adapun saat ini, Prabowo-Gibran didukung oleh Partai Gerindra, Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Partai Garda Republik Indonesia (Garuda), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas