Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perbaikan Tata Kelola Subsidi BBM Dapat Perbaiki Kualitas Udara

Penggunaan BBM yang tidak ramah lingkungan dapat menyebabkan kerugian ekonomi dan menurunkan produktivitas. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Perbaikan Tata Kelola Subsidi BBM Dapat Perbaiki Kualitas Udara
Istimewa
WORKSHOP - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal (kiri) dalam Sesi Media Workshop Berjudul Era Baru, Kebijakan Baru Mengulas Rancangan Kebijakan Subsidi, yang digelar di Jakarta, Selasa (11/2/2025) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak ramah lingkungan dapat menyebabkan kerugian ekonomi dan menurunkan produktivitas. 

Executive Director Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menjelaskan bahwa kualitas BBM yang buruk berkontribusi terhadap peningkatan gas rumah kaca (GRK) yang nantinya berdampak terhadap kenaikan suhu global.

Dalam jangka panjang, peningkatan GRK akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. 

Berdasarkan data KLHK transportasi darat menyumbang 20,7 persen terhadap total emisi sektor energi. 

Mengganti BBM yang lebih ramah lingkungan di sektor transportasi diharapkan bisa mengurangi GRK.

Menurut kajian CORE, Faisal mengatakan bahwa negara-negara ASEAN akan merasakan dampak paling buruk jika suhu bumi terus meningkat. 

Kenaikan suhu global dapat memicu berbagai bencana alam dan kerusakan lingkungan, yang pada akhirnya mengganggu produksi pangan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Berdasarkan data dari Swiss Re Institute, ASEAN berisiko mengalami kerugian Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 4,2 persen pada pertengahan abad ini jika kenaikan suhu global tidak dapat dikendalikan di bawah 2 derajat Celcius. 

Jika suhu meningkat, melebihi 2 derajat Celcius, potensi kerugian ekonomi bisa mencapai 17 persen. 

Bahkan, jika suhu naik hingga 2,6 derajat Celcius, kerugian diproyeksikan meningkat drastis hingga 29 persen.

"Semakin tinggi kenaikan suhu, semakin besar dampak yang ditimbulkan," ujar Faisal, dalam media workshop bertema Perbaikan Tata Kelola BBM untuk Mengatasi Persoalan Polusi Udara, Kesehatan dan Ekonomi yang digelar Katadata Green dan Indonesian Data Journalism Network (IDJN), Selasa (11/2/2025) di Jakarta. 

Baca juga: Ramai-ramai Anggota DPR Soroti Penyelewengan BBM Bersubsidi saat Rapat dengan Kepala BPH Migas

Euro 4 untuk Mencegah GRK Lebih Parah

Untuk mencegah GRK yang semakin besar, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggunakan BBM yang lebih bersih terutama untuk sektor transportasi. 

Sayangnya, saat ini, Indonesia masih tertinggal dalam adopsi standar Euro untuk industri otomotif. 

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas