Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

KLH Targetkan Pada 2029 Semua Sekolah Ikut Program Adiwiyata: Bukan Sekadar Ajang Perlombaan

Untuk memperkuat program Adiwiyata, KLH bekerja sama dengan Bakti Barito dan LabSosio Universitas Indonesia

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in KLH Targetkan Pada 2029 Semua Sekolah Ikut Program Adiwiyata: Bukan Sekadar Ajang Perlombaan
Tribunnews.com/Rina Ayu
PEDULI LINGKUNGAN DI SEKOLAH - Untuk memperkuat program Adiwiyata, Kementerian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Bakti Barito dan LabSosio Universitas Indonesia (UI) mulai penyusunan dua alat ukur baru untuk menilai dan memperkuat kepedulian lingkungan di sekolah seluruh Indonesia. Kick off Instrumen Pengukuran Perilaku Peduli Lingkungan Hidup di Sekolah digelar di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2025). 

KLH Targetkan Semua Sekolah Ikut Adiwiyata, Bukan Sekadar Ajang Perlombaan

 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya membangun generasi muda yang peduli lingkungan melalui Sekolah Adiwiyata.

Program Adiwiyata merupakan program yang mendorong sekolah untuk mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan kepada siswa, baik di kelas maupun dalam kegiatan sehari-hari.

KLH menargetkan, tahun 2029 semua sekolah di Indonesia bisa mengikuti Adiwiyata.

Baca juga: Kementerian Lingkungan Hidup Terapkan Skema Baru Penilaian Program Adipura

Rekomendasi Untuk Anda

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc. mengatakan, sikap kepedulian terhadap lingkungan sejak dini sangat penting demi masa depan yang berkelanjutan.

Ia menegaskan, Adiwiyata bukanlah ajang perlombaan semata melainkan tanggung jawab sosial yang harus dijaga terus bersama.

“Oleh karena itu kami menyelenggarakan program Adiwiyata sejak tahun 2006 yang melibatkan jenjang SD-SMU,” kata dia dalam kegiatan di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2025).

Untuk memperkuat program Adiwiyata, KLH bekerja sama dengan Bakti Barito dan LabSosio Universitas Indonesia (UI), penyusunan dua alat ukur baru untuk menilai dan memperkuat kepedulian lingkungan di sekolah seluruh Indonesia.

“Melalui alat ukur ini, kita bisa melihat apakah pendidikan lingkungan yang diberikan sudah efektif, dan bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan ke depan,” ujar Jo.

Dua alat ukur itu adalah: Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Sekolah (IPPLHS) dan Instrumen Program Peduli dan Budaya Lingkungan Hidup Sekolah (IPPBLHS).

IPPLHS mengukur banyaknya siswa yang peduli lingkungan, siswa yang bersikap peduli lingkungan, perilaku apa saja yang dilakukan untuk menjaga lingkungan,  serta bagaimana perilaku individu dan  kolektif saat berinteraksi dengan isu-isu lingkungan.

Sementara IPPBLHS mengukur terkait pelajaran soal lingkungan, sistem manajemen, aksi nyata, kolaborasi bersama orang tua, komunitas, atau pemerintah serta mengevaluasi program terkait lingkungan secara rutin dan efektif.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas