Siswa Keracunan MBG Terus Bertambah, Ini Solusi dari Pemerintah Pusat
Pemerintah pusat menanggapi maraknya siswa yang keracunan Makanan Bergizi Gratis atau MBG yang diberikan di sekolah.
Penulis:
Hasanudin Aco
Keracunan massal MBG terjadi di dua wilayah di Jawa Barat dalam waktu dua hari saja yakni di Kabupaten Bandung Barat pada Senin (22/9/2025) dan terbaru di Kabupaten Sukabumi pada Rabu (24/9/2025).
Total 1.040 siswa keracunan di dua wilayah tersebut.
Pada Senin (22/9/2025) lalu, Kepala Staf Presiden (KSP) M Qodari menyampaikan data siswa yang keracunan MBG menurut data BGN, Kementerian Kesehatan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan.
“(Data) dari Kemenkes, 60 kasus dengan 5.207 penderita, data 16 September. Kemudian BPOM, 55 kasus dengan 5.320 penderita, data per 10 September 2025,” ujar Qodari.
Qodari menjelaskan Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi yang paling banyak terjadi kasus keracunan MBG.
“Puncak kejadian tertinggi pada bulan Agustus 2025 dengan sebaran terbanyak di Provinsi Jawa Barat,” ucap dia.
Dia membeberkan empat indikator terjadinya keracunan MBG, yakni higienitas makanan, suhu makanan dan ketidaksesuaian pengolahan pangan, kontaminasi silang dari petugas, dan ada indikasi sebagian disebabkan alergi pada penerima manfaat.
Mengenai MBG
MBG adalah program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang berjalan sejak 6 Januari 2025, dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Tujuan awalnya menyediakan makanan bergizi gratis untuk anak sekolah, balita, ibu hamil, dan kelompok rentan, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Dengan target penerima 82,9 juta orang.
Program ini pertama kali diluncurkan pada 6 Januari 2025.
Program ini untuk memenuhi janji kampanye Prabowo Subianto saat mencalonkan presiden RI di Pilpres 2024 lalu.
Ciri-ciri makanan basi dan berpotensi bikin keracunan
Bberikut ciri-ciri makanan yang sudah basi, seperti dilansir dari laman WebMD:
1. Berjamur
Jamur adalah salah satu indikator paling jelas bahwa makanan telah basi.
Baca tanpa iklan