Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Emak-emak Geruduk Kantor BGN Minta MBG Disetop: Menu Bergizi Kok Sosis dan Nugget

Menu bergizi kok sosis dan nugget? Emak-emak geruduk kantor BGN, tuntut MBG disetop usai kasus keracunan anak sekolah.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Emak-emak Geruduk Kantor BGN Minta MBG Disetop: Menu Bergizi Kok Sosis dan Nugget
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
MENU MBG — Sejumlah kelompok ibu-ibu dari Aliansi Ibu Indonesia dan Suara Ibu Indonesia menggelar aksi piknik protes di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/10/2025). Mereka menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai menyajikan makanan ultra proses dan berisiko bagi kesehatan anak sekolah. 

Ringkasan Berita:
  • Emak-emak geruduk Kantor BGN, desak penghentian MBG usai kasus keracunan siswa.
  • Menu MBG dinilai tak bergizi, didominasi sosis, nugget, dan makanan ultra proses.
  • Pemerintah tetap lanjutkan program, revisi Perpres jadi solusi perbaikan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Sejumlah kelompok ibu-ibu alias emak-emak dari Aliansi Ibu Indonesia dan Suara Ibu Indonesia menggelar aksi penyampaian pendapat di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu siang (15/10/2025).

Aksi damai ini menuntut penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mendesak pemerintah melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaannya.

Aksi dimulai pukul 11.00 WIB dengan format piknik.

Para peserta membentangkan tikar di atas rumput depan kantor BGN, membawa bekal dari rumah seperti risol, pastel, buah segar, nasi kuning, dan kue rumahan. Spanduk bertuliskan tuntutan dan opini dibentangkan, di antaranya: 

“Stop MBG! Utamakan Kualitas, Keamanan dan Martabat Anak”, “Stop MBG! Dapur Ranah Sipil, Tentara dan Polisi Mundur dari Urusan Pangan”, serta “Stop MBG! Berdayakan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM Lokal”.

Kritik terhadap Menu MBG

Perwakilan massa aksi, Ririn Safsani, menyampaikan tiga tuntutan utama.

Rekomendasi Untuk Anda

Pertama, penghentian MBG secara nasional usai ribuan siswa menjadi korban keracunan. Ia menilai menu MBG tidak sesuai pedoman gizi seimbang dari Kementerian Kesehatan.

“Harusnya itu melibatkan ahli gizi, dokter anak. Tapi pada kenyataannya justru ditemukan bahwa MBG dibuat di dapur yang tidak higienis dan menggunakan bahan tidak layak dan tanpa standar kesehatan,” kata Ririn di lokasi.

Ia juga menyoroti komposisi menu MBG yang dinilai tidak sesuai konsep “bergizi”.

Menurutnya, banyak makanan yang disajikan justru didominasi bahan ultra proses seperti sosis, nugget, dan kornet yang tinggi garam, lemak jenuh, serta pengawet. Susu tinggi gula juga disebut kerap hadir dalam nampan makan anak.

Baca juga: Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, Eks Ketua MK: Belum Banyak yang Positif di Dalam Negeri

Tuntutan Hentikan Pelibatan Militer

Tuntutan kedua dari massa aksi adalah penyetopan pelibatan TNI dan Polri dalam dapur dan distribusi MBG.

Menurut Ririn, militer bukan lembaga pangan dan tidak memiliki mandat mengurusi gizi anak sekolah.

“Yang lebih mengkhawatirkan, pemerintah melibatkan TNI/Polri dalam rantai distribusi dan pengawasan program ini. Padahal militer bukan lembaga pangan, dan tugas mereka bukan mengurusi makan anak sekolah,” ujarnya.

Audit dan Alternatif Pemanfaatan Anggaran

Tuntutan ketiga adalah audit independen terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam MBG, mulai dari vendor, dapur, hingga distributor.

Koalisi menilai anggaran MBG seharusnya dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru, membenahi infrastruktur wilayah 3T, atau membangun kantin sehat berbasis komunitas sekolah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas