Rapat di Kertanegara: Purbaya Duduk di Samping Prabowo, Ini yang Dibahas
Purbaya duduk dekat Prabowo. Rapat Kertanegara bahas pajak, pupuk, dan ekspor. Ada arahan penting, tapi tak semua bisa masuk ruang itu.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas di kediamannya, membahas kebijakan strategis lintas sektor.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang belakangan disorot karena kebijakannya, duduk berdampingan dengan Presiden Prabowo.
- Prabowo beri arahan ke para pembantunya, mulai sistem keuangan, produksi pupuk hingga evaluasi program prioritas.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2025).
Rapat berlangsung selama lebih dari tiga jam dan membahas sejumlah agenda strategis lintas sektor, mulai dari devisa ekspor, pajak, ketahanan pangan, hingga reformasi sistem keuangan nasional.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa Presiden ingin mendengar langsung perkembangan sejumlah program yang sedang dan akan berjalan.
Menurutnya, rapat ini digelar sebagai forum koordinasi untuk mengidentifikasi hambatan dan mencari solusi lintas kementerian.
“Bapak Presiden mengadakan rapat koordinasi dengan beberapa menteri dan jajaran terkait, seperti biasa untuk mendengar update dan sekaligus membicarakan mengenai hal-hal apa saja yang menjadi kendala untuk kita cari jalan keluarnya,” kata Prasetyo melalui video yang diterima Tribunnews.
Salah satu menteri yang hadir adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam foto yang diunggah akun resmi Instagram Sekretariat Kabinet, Purbaya tampak mengenakan kemeja putih dan duduk berdampingan dengan Presiden Prabowo. Di sisi lain tampak Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsuddin dan Sekretaris Kabinet Prasetyo Hadi.
Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden meminta agar aturan terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) terus ditinjau dan disempurnakan agar pelaksanaannya optimal.
“Untuk sekali lagi terus dilakukan penyempurnaan supaya apa yang diharapkan dari diberlakukannya aturan ini dapat berjalan dengan optimal,” ujarnya.
Selain itu, dalam rapat bersama Menteri Keuangan tersebut juga dibahas mengenai langkah-langkah peningkatan pendapatan pajak nasional. “Yang kita harapkan di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan yang baru kita berharap terjadi peningkatan pendapatan pajak kita,” lanjut Prasetyo.
Baca juga: Suka Duka Hidup 300 Meter dari Rumah Presiden Prabowo: Jalan Mulus, Akses Terbatas
Rapat di Kertanegara turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perumahan Maruarar Sirait, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Kepala BIN Muhammad Herindra, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Arahan Presiden juga menyentuh sektor pertanian. Ia meminta Menteri Pertanian untuk segera memproduksi pupuk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, guna meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Di bidang pendidikan, Presiden menekankan pentingnya reformasi pendidikan tinggi dan sains sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
Baca tanpa iklan