Puncak Ibadah Haji, 267 Jemaah Lansia Ikuti Safari Wukuf
Juru bicara Kemenhaj, Maria Assegaf mengatakan, layanan safari wukuf diikuti 267 jemaah dan ditangani 150 petugas.
Penulis:
Sri Juliati
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 kembali menggelar program safari wukuf bagi jemaah haji lansia dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
- Dalam safari wukuf ini, jemaah yang tengah dirawat di rumah sakit tetap dapat menjalani wukuf dengan cara diantar menggunakan ambulans ke Padang Arafah.
- Juru bicara Kemenhaj, Maria Assegaf mengatakan, dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026, layanan safari wukuf diikuti 267 jemaah dan ditangani 150 petugas.
Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji, Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 kembali menggelar program safari wukuf bagi jemaah haji lanjut usia (lansia) dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
Dalam program safari wukuf, jemaah yang sedang dirawat di rumah sakit dapat tetap menjalani wukuf dengan cara diantar menggunakan ambulans ke Padang Arafah selama waktu wukuf berlangsung.
Safari wukuf merupakan bentuk keringanan yang diberikan kepada jemaah haji yang mengalami udzur tertentu, sehingga mereka tetap dapat melaksanakan ibadah haji meskipun dalam kondisi terbatas.
Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaf mengatakan, dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026, layanan safari wukuf diikuti 267 jemaah dan ditangani 150 petugas.
"Jemaah safari wukuf akan diberangkatkan menuju ke Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 13.00 Waktu Arab Saudi," kata Maria dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Setelah menjalani wukuf, lanjutnya, jemaah akan dibawa kembali ke hotel transit di Makkah sebelum kembali berkumpul bersama dengan kloter masing-masing pada 13 Zulhijjah 1447 H atau Sabtu, 30 Mei 2026.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Lansia dan Disabilitas (Landis) PPIH Arab Saudi, Suviyanto menjelaskan, sebelum menjalani safari wukuf, jemaah dijemput dari hotel kediaman oleh petugas haji yang tersebar di berbagai sektor sejak Sabtu (23/5/2026).
Kemudian, para jemaah yang mengikuti safari wukuf dikumpulkan di hotel transit yakni Hotel Durat Al Mashaeir 2.
"Di hotel transit, para jemaah beristirahat selama dua malam sebelum akhirnya diberangkatkan ke Arafah," kata Suviyanto kepada tim Media Center Haji (MCH), Minggu (24/5/2026).
Selama di hotel transit, mereka diberikan layanan biologis, psikologis, sosial, layanan kesehatan, dan bimbingan ibadah.
Baca juga: Jemaah Haji Mulai Diberangkatkan ke Arafah, Fase Puncak Haji Dimulai
Nantinya, pada Selasa 26 Mei 2026, para jemaah akan dibawa menuju Arafah menggunakan 18 bus.
"Jemaah diberikan kesempatan untuk beribadah, berdoa, shalat, dan segala macam. Setelah beberapa saat, jemaah haji dan petugas yang mendampingi akan kembali ke hotel transit," ujarnya.
Selesai menjalankan safari wukuf, lanjutnya, para petugas haji diberikan kesempatan untuk melakukan badal lontar jumrah.
Syarat jemaah yang dapat mengikuti program safari wukuf adalah jemaah kategori lansia, lansia tanpa pendamping, dan lansia yang membutuhkan layanan tambahan.
"Ada lansia yang bisa menjalankan ibadah wukuf biasa. Namun, ada pula yang kondisinya harus mengikuti safari wukuf," ujarnya. (*)