Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengamat: Peran TNI di Ranah Sipil Makin Menguat 1 Tahun Pemerintahan Prabowo

Ray Rangkuti menilai peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam ranah sipil makin menguat selama satu tahun Pemerintahan Presiden Prabowo.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pengamat: Peran TNI di Ranah Sipil Makin Menguat 1 Tahun Pemerintahan Prabowo
Tribunnews/Jeprima
HUT TNI - Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto pada Upacara HUT ke-80 TNI di kawasan Silang Monas, Jakarta, Minggu (5/10/2025). Ray Rangkuti menilai peran TNI dalam ranah sipil makin menguat selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo. 
Ringkasan Berita:
  • Ray Rangkuti menilai peran TNI dalam ranah sipil makin menguat
  • Sejumlah posisi strategis dalam pemerintahan saat ini diisi oleh purnawirawan TNI yang juga merupakan kader Partai Gerindra 
  • Situasi ini dinilai berbeda dibanding pemerintahan Jokowi

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, menilai peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam ranah sipil makin menguat selama satu tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka

Hal ini disampaikan Ray dalam diskusi bertajuk "1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Emas atau Cemas?" di Kantor Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Jakarta Pusat, Minggu (19/10/2025).

Ray mengatakan, sejumlah posisi strategis dalam pemerintahan saat ini diisi oleh purnawirawan TNI yang juga merupakan kader Partai Gerindra. 

Salah satu contohnya adalah penunjukan Mayjen TNI (Purn) Glenny Kairupan sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia.

"Betul, sebagian dari mantan-mantan anggota militer ini adalah orang Gerindra. Terakhir yang kita dengar adalah Direktur Garuda, orang militer, tapi memang pengurus Partai Gerindra," kata Ray.

Menurut Ray, situasi ini berbeda dengan era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang saat itu lebih menonjolkan peran kepolisian dalam berbagai bidang di luar fungsi utamanya. Kini, TNI mulai mengambil alih peran tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Nah, kalau di era Pak Jokowi, peran polisi menguat di ranah sipil, sekarang kelihatan peran polisi itu diganti oleh TNI," ujar Ray.

Baca juga: Demokrat Ungkap Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Selaras dengan Visi-Misi Partai

Ray juga menyoroti implementasi revisi Undang-Undang TNI yang membatasi prajurit aktif hanya dapat menempati posisi di 14 kementerian atau lembaga. Namun, dalam praktiknya tidak seperti itu.

"Dan boleh jadi prakteknya di lapangan lebih dari itu. Karena masuk Satgas ini, Satgas itu," ucapnya.

Termasuk, kata dia, di Badan Gizi Nasional (BGN) yang khusus menangani Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Jadi, betul ada kelihatan perubahan dari deJokowisasi yang ujungnya itu adalah polisisasi, menjadi Gerindrasasi yang ujungnya itu adalah militerisasi."

"Jadi peran TNI makin menguat, dan peran polisi ya stagnan lah ya," tegas Ray.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas