15 Puisi Hari Santri yang Penuh Makna dan Menyentuh Hati
Simak kumpulan puisi Hari Santri yang penuh makna dan menyentuh hati. Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober.
Penulis:
Nurkhasanah
Editor:
Febri Prasetyo
Karya: Elfatonah
Jauh dari seorang yang sering dijadikan sandaran diri
Yang sering dijadikan kebergantungan diri dan hati
Demi menanam tunas baik membentuk jati diri
Untuk menumbuhkan rasa ridho karena ilahi robbi
Tak bisa hatiku menafikan rasa
Naluri seolah ingin menjerit mati rasa
Kebiasaan yang tak biasa dilakukan dengan dipaksa
Melatih rasa, untuk menjadi lebih terbiasa
Dini hari terdengar ramai teriakan masa
Terbangun dengan wajah kusam, kesal yang ada
Berlari mendengar lantunan suci, seolah memanggil jiwa raga
Tenang... tempat-Mu akhir dari campuran yang di rasa
Namun terkadang pikiran mengusik jiwa dan hati
Hingga terbesit dalam hati, laku ku ucap sering kali...
Pulang... pulang... aku ingin pulang...
Benar kata orang, ini bagaikan penjara suci
Gejolak dalam hati, ingin bertindak tapi tidak berani
Penyadaran diri dari hati
Mencari ridhonya lewat didikan kiai
Memupuk tanaman padi dalam diri
Dengan tujuan ilahi anta maqsudi waridhoka matlubi
Al-quran dijadikan teman kerinduannya
Harapan dijadikan teman dalam sepinya
Rasa sabar dijadikan dasar dalam hatinya
Kesederhanaan menjadi kesehariannya
Puisi Hari Santri #8: Perjuangan Seorang Santri
Karya: Lulu Zinatul Mila
Kala hujan tak kunjung reda
Kala gelap tak kunjung reda
Berbaur sunyi dan rindu yang mencekam
Lembayung merah pun mengusir rasa hampa
Dalam sujud ku berdoa
Setiap harapan
Setiap dambaan
Yang ada dalam hatiku
Semoga menjadi sebuah kenyataan
Atas segala sesuatu yang aku kerjakan
Ayah... ibu...
Aku menyayangimu
Aku mencintaimu...
Aku sangat merindukanmu
Sejak kecil aku selalu bersamamu
Aku selalu dinasihati olehmu
Aku selalu dibimbing olehmu
Aku selalu dirawat olehmu
Tapi berbeda dengan kini
Disini aku belajar memimpin diri sendiri
Disini aku belajar mandiri agar menjadi yang lebih baik
Disini aku belajar menuntut ilmu
Dan disinilah aku membentuk jati diri
Menyongsong mimpi
Pergi dari zona nyaman
Bertatih ku untuk melangkah
Demi cita cita yang ku impikan
Semangat juang yang tak pernah lara
Yang setiap harinya hidup mandiri
Hidup yang jauh dari pantauan orang tua
Merasakan pahit getirnya dalam mencari ilmu
Baca tanpa iklan