2 Tokoh Nasional yang Disebut Tekan Eks Dirut Pertamina soal Perusahaan Riza Chalid adalah Pejabat
Siapa tokoh nasional yang menekan eks Dirut Pertamina agar memperhatikan perusahaan Riza Chalid, belum terungkap.
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Suci BangunDS
"Karena saya sudah menyatakan mengundurkan diri dan kewenangannya sudah dicabut, tidak boleh memutuskan segala sesuatu yang strategis," jelas Karen.
Karen kemudian membacakan risalah rapat direksi.
Dalam rapat itu diputuskan direksi menarik dan mengambil alih kewenangan direktur utama mengenai pekerjaan jasa penerimaan, penyimpanan, dan penyerahan BBM di Merak, Banten dengan nilai kontrak senilai Rp2,7 triliun.Ā
Selanjutnya, rapat direksi memberikan wewenang kepada direktur pemasaran dan niaga untuk menyetujui dan mengesahkan OE atau HPS, menetapkan pemenang penunjukkan langsung.
"Serta menandatangani perjanjian pekerjaan jasa penerimaan, penyimpanan, dan penyerahan BBM di Merak, Banten dengan key term sebagaimana terlampir."
"Keputusan direksi sebagaimana dimaksud pada angka di atas dianggap mulai berlaku sejak 28 April 2014," tutur Karen.
"Sehingga saya dicabut semua kewenangan saya terkait OTM ini semenjak 28 April 2014," imbuhnya.
Karen selanjutnya menyerahkan risalah rapat direksi tersebut kepada majelis hakim untuk menjadi barang bukti perkara tersebut.
Sebagai informasi, ada 18 tersangka dalam kasus Pertamina ini dengan enam di antaranya merupakan pihak swasta. Berikut daftarnya:
- Riva Siahaan (Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga)
- Sani Dinar Saifuddin (Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional)
- Yoki Firnandi (Direktur Utama PT Pertamina International Shipping)
- Agus Purwono (VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional)
- Maya Kusmaya (Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga)
- Edward Corne (VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga)
- Muhammad Kerry Adrianto Riza (beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa)
- Dimas Werhaspati (Komisaris PT Jenggala Maritim)
- Gading Ramadhan Joedo (Dirut PT Orbit Terminal Merak)
- Alfian Nasution (VP Supply dan Distribusi PT Pertamina (Persero) tahun 2011-2015)
- Hanung Budya Yuktyanta (Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina)
- Toto Nugroho (VP Integrated Supply Chain)
- Dwi Sudarsono (VP Crude and Trading PT Pertamina)
- Arief Sukmara (Direktur Gas Petrochemical Pertamina International Shipping)
- Hasto Wibowo (VP Integrated Supply Chain 2019-2020)
- Martin Haendra Nata (PT Trafigura Indra)
- Putra Harsono (PT Mahameru Kencana Abadi)
- Mohammad Riza Chalid (Beneficial owner PT Tanki Merak dan PT Orbit Terminal Merak)
Dalam kasus ini, Riza dan Kerry mendesak Pertamina untuk menyewa terminal BBM milik mereka.
Hal itu agar bisa PT Olitangking Merak diakuisisi dan dijadikan jaminan kredit bank oleh Riza Chalid. Meskipun kerjasama tersebut tidak memenuhi kriteria pengadaan.
Total kerugian negara seluruhnya dalam perkara ini mencapai Rp285 triliun.
Atas perbuatannya para terdakwa didakwa melanggar Pasal 3 Ayat (1) jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.Ā
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Rahmat Fajar Nugraha, Kompas.com/Shela Octavia)