Menko AHY: Generasi Muda Harus Berani dan Adaptif di Tengah Perubahan Cepat
AHY menyampaikan bahwa generasi Indonesia saat ini hidup di tengah dunia yang penuh peluang sekaligus disrupsi.
Penulis:
willy Widianto
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Menko Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa keberhasilan generasi muda tidak lagi ditentukan oleh kekuatan fisik atau keunggulan teknis.
- Dalam orasi ilmiah pada wisuda Universitas Bakrie, AHY mendorong lulusan untuk menerapkan Berani, Adaptif, Kolaboratif, Responsif, Inovatif, dan Empatik.
- AHY mengajak para wisudawan menjadi generasi yang memberikan kemanfaatan bagi bangsa.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Dr. Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan orasi ilmiah dalam wisuda Pascasarjana dan Sarjana ke-XV Universitas Bakrie di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Mengusung tema “Kebersamaan untuk Kemanfaatan Indonesia Maju”, sebanyak 808 lulusan dari program sarjana dan pascasarjana dikukuhkan dalam upacara yang dihadiri tokoh-tokoh nasional dari unsur pemerintahan, industri, dan pendidikan.
Dalam kesempatan ini AHY menyampaikan bahwa generasi Indonesia saat ini hidup di tengah dunia yang penuh peluang sekaligus disrupsi.
Menurutnya keberhasilan di masa depan tidak ditentukan semata oleh kekuatan fisik maupun keunggulan teknis.
Tetapi oleh kemampuan beradaptasi di tengah dinamika geopolitik, ekonomi, teknologi, demografi, dan krisis iklim.
“Bangsa yang menang bukanlah yang terkuat, tetapi yang paling adaptif. Karena itu, lulusan Universitas Bakrie harus memiliki BAKRIE Spirit: Berani, Adaptif, Kolaboratif, Responsif, Inovatif, dan Empatik” ujar beliau dalam sesi orasi yang disambut antusias civitas akademika.
Acara wisuda ini juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020–2024, Dr. Sandiaga Salahuddin Uno, Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, Rektor Universitas Bakrie, Prof. Sofia W. Alisjahbana, Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie, Ibu Ratna Indira Nirwan Bakrie, serta Ketua Umum KADIN Indonesia, Bapak Anindya Bakrie.
Dalam pidato pembukanya, Rektor Universitas Bakrie Prof. Sofia W. Alisjahbana menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari kontribusi nyata para lulusan bagi bangsa.
“Wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari babak baru kehidupan. Bangsa Indonesia menunggu karya-karya dan kontribusi Anda” tegas Prof. Sofia dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya karakter lulusan yang tidak hanya berorientasi pada kesuksesan personal, tetapi memiliki nilai kemanfaatan bagi masyarakat luas.
“Gunakanlah ilmu yang Saudara peroleh untuk menjawab tantangan zaman dengan integritas, ketulusan, dan niat memberi manfaat. Di mana pun Anda melangkah, jaga nama baik Universitas Bakrie” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie, Ibu Ratna Indira Nirwan Bakrie, menyoroti tantangan ketidakseimbangan pasar tenaga kerja yang saat ini dihadapi generasi muda Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa lulusan Universitas Bakrie dipersiapkan bukan hanya secara akademis, tetapi juga melalui pembekalan soft skills, emotional skills, digital skills, dan experiential learning yang terintegrasi dengan industri.
“Kami meyakini lulusan Universitas Bakrie memiliki kompetensi dan daya saing tinggi sehingga dapat mengatasi tantangan ketidakseimbangan pasar kerja. Hari ini bukanlah akhir, melainkan titik awal perjalanan memasuki masyarakat” ujarnya.
Pesan penguatan daya saing lulusan juga disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, yang menegaskan bahwa gelar akademik bukanlah tujuan akhir pendidikan tinggi.
Baca tanpa iklan