Menko AHY: Generasi Muda Harus Berani dan Adaptif di Tengah Perubahan Cepat
AHY menyampaikan bahwa generasi Indonesia saat ini hidup di tengah dunia yang penuh peluang sekaligus disrupsi.
Penulis:
willy Widianto
Editor:
Wahyu Aji
“Gelar yang Anda terima hari ini adalah validasi, tetapi inovasi adalah output sebenarnya. Jadilah pembelajar sepanjang hayat dan lulusan yang berdampak. Indonesia membutuhkan alumni yang membumi dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Di sesi Leadership & Innovation Insights, Dr. Sandiaga Salahuddin Uno menyoroti urgensi kesiapan lulusan menghadapi disrupsi ekonomi digital.
Berdasarkan data yang ia paparkan, otomatisasi dan AI berpotensi menggeser hingga 23 juta pekerjaan dalam 10 tahun ke depan, namun di saat yang sama ekonomi digital Indonesia diproyeksikan tumbuh hingga USD 360–400 miliar pada 2030.
“Indonesia membutuhkan minimal empat juta lapangan kerja baru setiap tahun. Karena itu, saya mengajak lulusan Universitas Bakrie menjadi generasi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja," kata Sandiaga Uno.
Baca juga: Sumpah Pemuda 5.0: Meneguhkan Persatuan di Era Disrupsi
Dirinya juga menekankan tiga mindset penting: ketangguhan, kolaborasi, dan kebermanfaatan (impact-driven mindset), serta tiga keterampilan kunci lulusan masa depan: literasi digital dan AI, komunikasi dan storytelling, serta entrepreneurial thinking.
“Kesuksesan bukan hanya soal gaji besar, tetapi legacy menciptakan solusi, membuka lapangan kerja, dan memberi dampak bagi sesama," kata Sandiaga.
Kehadiran Anindya Bakrie selaku Ketua Umum KADIN Indonesia sekaligus representasi sektor industri juga memberikan dimensi penting bagi hubungan dunia usaha dan pendidikan tinggi.
Dia mengapresiasi kualitas lulusan Universitas Bakrie yang dibentuk melalui ekosistem kampus yang terhubung erat dengan industri dan prinsip keberlanjutan.
Prosesi wisuda ini juga sekaligus memberikan penghargaan bagi lulusan terbaik akademik dan non-akademik, termasuk sejumlah mahasiswa yang meraih prestasi internasional di bidang komunikasi dan teknologi pangan.
Momen ini menegaskan bahwa lulusan Universitas Bakrie memiliki kemampuan bersaing di tingkat nasional maupun global.
Dengan dikukuhkannya 808 lulusan baru, Universitas Bakrie kembali menegaskan komitmennya sebagai industry-embedded university yang menghasilkan talenta unggul, adaptif, dan berintegritas, siap menjadi bagian dari percepatan kemajuan Indonesia.
Baca tanpa iklan