Perumahan TNI AU Hingga Markas Yonif 111 Terdampak Banjir Sumatera, Prajurit Tetap Bantu Warga
Sejumlah infrastruktur TNI terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Namun prajurit TNI tetap membantu warga yang terdampak.
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Sejumlah infrastruktur TNI terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumut dan Sumbar.
- Di antaranya yang terdampak adalah Perumahan Angkatan Udara dan Satuan Radar di Sibolga.
- KSAU) Marsekal M Tonny Harjono mengatakan prajurit TNI AU di sana tetap membantu warga meskipun mereka sendiri terdampak.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah infrastruktur TNI terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera khususnya Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan salah satu yang terdampak adalah perumahan TNI Angkatan Udara.
Baca juga: TNI AD Akan Kirim 8 Set Jembatan Bailey Ke Daerah Terdampak Bencana di Sumatera
Namun demikian, Agus tidak menyebut lebih rinci dimana lokasi tersebut.
Agus mengungkapkan hal ini saat wawancara cegat usai konferensi pers bersama delapan pejabat negara lainnya terkait penanganan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
"Perumahan Angkatan Udara banjir," ungkap Agus di Posko Terpadu TNI Penanggulangan Bencana Alam di Wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal M Tonny Harjono yang berdiri di sebelah Agus tidak membantahnya.
Tonny menambahkan terdapat Satuan Radar (Satrad) di Sibolga yang juga terdampak banjir.
Tonny tidak merinci Satrad mana yang terdampak banjir.
Namun, Tonny mengatakan para prajurit TNI AU di sana tetap membantu warga meskipun mereka sendiri terdampak.
"Satrad di Sibolga banjir. Tapi mereka tetap memberi bantuan ke orang lain," ungkap Tonny singkat.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengonfirmasi hal tersebut.
Ia mengatakan ada beberapa rumah dinas TNI AU yang sempat terendam.
"Saat ini kondisi air sudah surut dan tinggal proses pembersihan lumpur. Tidak ada korban jiwa, dan secara umum aktivitas sudah mulai kembali normal," kata Freddy saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (3/12/2025).