Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

4 Analisis Pakar soal Penyebab Banjir dan Tanah Longsor Sumatra

Pakar ITB menilai, fenomena banjir dan tanah longsor di Sumatra adalah dampak dari interaksi antara faktor atmosfer hingga kondisi geospasial.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 4 Analisis Pakar soal Penyebab Banjir dan Tanah Longsor Sumatra
BNPB
BENCANA TAPANULI SELATAN - Kondisi pascabanjir wilayah di Desa Hotagodang , Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, pada Minggu (30/11/2025). Pakar ITB menilai, fenomena banjir dan tanah longsor di Sumatra adalah dampak dari interaksi antara faktor atmosfer hingga kondisi geospasial. 

Ringkasan Berita:
  • Bencana banjir tengah melanda sejumlah wilayah di negeri ini, termasuk Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Sumatra Utara (Sumut), dan Aceh.
  • Banjir tersebut, mengakibatkan lebih dari 800 warga meninggal dunia. 
  • Terkait penyebab banjir, Pakar dari ITB menilai, bencana di Sumatra adalah dampak dari interaksi antara faktor atmosfer, kondisi geospasial, dan kapasitas tampung wilayah.

 

TRIBUNNEWS.COM - Duka mendalam tengah menyelimuti warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra.

Bencana banjir tengah melanda sejumlah wilayah di negeri ini, termasuk Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Sumatra Utara (Sumut), dan Aceh.

Banjir dan tanah longsor yang dipicu cuaca ekstrem sejak akhir November 2025 ini, mengakibatkan lebih dari 800 warga meninggal dunia. 

Bangunan infrastruktur pun mengalami kerusakan di Sumatra, kemudian akses jalan di sejumlah wilayah terdampak. Bahkan, jaringan komunikasi sempat terputus.

Merespons hal tersebut, pemerintah telah melakukan sejumlah penanganan bencana, dibantu tim Gabungan dari TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan instansi terkait.

Rekomendasi Untuk Anda

Presiden RI Prabowo Subianto juga sudah menginstruksikan agar penanganan nasional bencana di Sumatra berjalan maksimal. 

Meski begitu, sejumlah spekulasi mengenai penyebab terjadinya banjir dan tanah longsor di Sumatra ini, masih hangat diperbincangkan.

Muncul spekulasi banjir di Sumatra karena adanya dugaan pembalakan liar di hutan hingga menyebabkan banjir. Bersamaan dengan itu, banyak kayu-kayu gelondongan terbawa arus banjir

Peristiwa tersebut, pun mendapatkan perhatian para pakar dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Mereka menyampaikan analisisnya terkait penyebab banjir

Seperti pihak Institut Teknologi Bandung (ITB), yang menilai fenomena banjir dan longsor di Sumatra adalah dampak dari interaksi antara faktor atmosfer, kondisi geospasial, dan kapasitas tampung wilayah.

Geospasial atau ruang kebumian adalah aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu.

Baca juga: Banjir Bandang di Sumatra: Greenpeace Sebut Wilayah Sumatra Sudah Dieksploitasi Sejak Orde Baru

Analisis Pakar soal Penyebab Banjir Sumatra dan Aceh

1. Ahli ITB: Kerusakan Lingkungan Bisa Jadi Salah Satu Faktornya

Pakar geospasial ITB menilai, ada sejumlah faktor penting yang dapat memperburuk dampak banjir di Sumatra, yakni kerusakan lingkungan, perubahan tutupan lahan, dan menurunnya kapasitas tampung wilayah.

Dosen Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika ITB, Dr. Heri Andreas, dari Kelompok Keahlian Sains Rekayasa dan Inovasi Geodesi, menjelaskan banjir tak hanya tentang hujan, namun tentang bagaimana air diterima, diserap, dan dikelola oleh permukaan bumi.

“Saat presipitasi turun, sebagian air meresap ke dalam tanah (infiltrasi), sementara sisanya mengalir di permukaan sebagai (runoff). Proporsi antara keduanya sangat bergantung pada tutupan lahan dan karakteristik tanah,” jelasnya, dikutip dari itb.ac.id.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas