4 Analisis Pakar soal Penyebab Banjir dan Tanah Longsor Sumatra
Pakar ITB menilai, fenomena banjir dan tanah longsor di Sumatra adalah dampak dari interaksi antara faktor atmosfer hingga kondisi geospasial.
Penulis:
Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Selain itu, ada pengaruh fenomena atmosfer skala meso dan sinoptik, seperti vortex siklonik dan indikasi cold surge vortex, yaitu hembusan angin kuat dari utara yang membawa massa udara lembap serta memperkuat pembentukan awan hujan.
Kondisi itu, memicu meningkatnya intensitas presipitasi dan memperbesar risiko banjir di wilayah Sumatera Utara.
Baca juga: Bantuan ke Wilayah Terdampak Banjir di Sumatra Juga Datang dari Kampus, UGM hingga UPI
2. Pakar Hidrologi UGM: Ada Faktor Cuaca hingga Geologi
Pakar Hidrologi UGM, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, menilai banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatra tak hanya disebabkan cuaca ekstrem, melainkan berbagai faktor lain, seperti meteorologi, geografi, geologi, dan hidrolik.
“Jika hanya karena faktor cuaca ekstrem, (dampak) banjirnya tidak sejauh itu ya, tapi ini banjirnya kan sangat luar biasa,” katanya, Rabu (3/12/2025).
Dijelaskan Agus, selain bentang lahan yang rentan, kondisi saluran hidrolik terjadi penyumbatan.
Kemudian, faktor meteorologi yang ekstrem disertai adanya dampak pembalakan hutan menyebabkan meningkatkan kapasitas run off atau limpasan air hujan di permukaan tanah.
Lebih lanjut, Agus menilai, umumnya banjir bandang terjadi akibat hujan sangat lebat, ditambah longsoran tebing di sepanjang sungai menengah atau kecil, sebagaimana dikutip dari situs resmi Universitas Gadjah Mada.
Namun, bencana banjir kali ini disertai kondisi hutan-hutan gundul di beberapa wilayah, yang diduga menjadi penyebab kenaikan run off, sehingga terjadi banjir besar.
Oleh karena itu, langkah utama yang perlu dilakukan pemerintah adalah segera menyelesaikan masalah penanganan evakuasi korban.
Baca juga: Titiek Soeharto Soroti Video Truk Kayu Lewati Jalan Pasca Banjir di Sumatera: Perusahaan Ini Ngejek
3. Ahli dari UMS: Tak Bisa Diringkas dalam Satu Penyebab Tunggal
Dikutip dari ums.ac.id, dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Annisa Trisnia Sasmi, S.Si., M.T., menjelaskan peristiwa banjir di Sumut merupakan contoh nyata bagaimana ancaman (hazard), kerentanan, dan kapasitas penanggulangan saling bertemu.
Menurutnya, Bencana banjir skala sebesar ini hampir tidak pernah berdiri sendiri.
Adapun penyebab banjir tersebut, dinilai karena faktor alam dan campur tangan manusia.
Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Bencana Wilayah Tropis itu, menjelaskan dari sisi faktor alam, yang menjadi pemantik awal.
Curah hujan yang turun tidak dalam batas normal.
Data meteorologi menunjukkan, hujan yang mengguyur Pulau Sumatera mencapai lebih dari 300 milimeter per hari, tergolong ekstrem.