Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gus Yahya Mengaku Sudah Berupaya Temui Rais Aam PBNU tapi Tak Kunjung Direspons

Gus Yahya mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk berkomunikasi dengan KH Miftachul Akhyar. Namun hingga kini, belum mendapatkan respons.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Gus Yahya Mengaku Sudah Berupaya Temui Rais Aam PBNU tapi Tak Kunjung Direspons
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
MUKTAMAR PBNU - Kubu Ketua Umum PBNU Gus Yahya dalam konferensi pers usai pembatalan rapat pleno PBNU di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (11/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mengungkap telah berupaya menjalin komunikasi dengan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, namun belum mendapat respons. 
  • Upaya komunikasi melalui utusan maupun pertemuan dengan sejumlah kiai sepuh, termasuk Wakil Rais Aam KH Afifuddin Muhajir, juga belum membuahkan hasil. 
  • Gus Yahya menegaskan bahwa penyelesaian terbaik atas dinamika internal PBNU adalah duduk bersama sesuai AD/ART organisasi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengungkap sudah melakukan berbagai upaya untuk berkomunikasi dengan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar. Namun hingga kini, belum mendapatkan respons.

Hal itu disampaikan Gus Yahya usai rapat koordinasi PBNU di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (11/12/2025). 

Ia menjelaskan bahwa sebelum polemik terkait dualisme kepengurusan PBNU muncul, dirinya telah lebih dulu meminta waktu untuk bertemu langsung dengan Rais Aam.

“Saya sudah meminta memohon waktu pada Rais Aam tapi belum dijawab,” ujar Gus Yahya.

Tak hanya itu, ia menyebut telah mengutus perwakilan PBNU untuk membuka jalur komunikasi demi meredakan ketegangan internal. Namun, upaya tersebut juga belum membuahkan hasil.

“Kami yang mengirim utusan untuk bisa berkomunikasi dengan Rais Aam sebetulnya, tapi belum ada hasil,” ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Gus Yahya menambahkan bahwa dirinya bahkan sudah menemui sejumlah kiai sepuh, termasuk Wakil Rais Aam, KH Afifuddin Muhajir. Namun, proses komunikasi tetap belum berjalan sebagaimana harapan.

“Saya sendiri bahkan sudah menemui wakil Rais Aam, KH Afifuddin Muhajir. Beliau memahami posisi saya. Saya juga temui sejumlah kiai yang lain,” katanya.

Karena belum ada kejelasan, ia menegaskan bahwa penyelesaian terbaik atas dinamika PBNU saat ini adalah duduk bersama dengan tetap menjaga tatanan organisasi sebagaimana diatur dalam AD/ART.

Menurutnya, semua polemik bisa dituntaskan apabila PBNU kembali ke prinsip permusyawaratan sesuai konstitusi organisasi.

Gus Yahya berharap komunikasi yang kini tersendat dapat segera tersambung agar PBNU bisa kembali berjalan solid dalam mempersiapkan agenda besar organisasi.

“Enggak ada jalan keluar selain bersama-sama. Mari bermuktamar bersama, proses ke sananya mari kita jalankan bersama-sama,” tegasnya.

Konflik di PBNU

Konflik internal di PBNU menjadi sorotan publik, terutama melibatkan Ketua Umum (Ketum) Tanfidziyah, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dengan jajaran Syuriyah yang dipimpin oleh Rais Aam, KH Miftachul Akhyar

Puncak dari gejolak ini adalah diterbitkannya risalah Rapat Harian Syuriyah yang secara mendadak meminta Gus Yahya untuk mengundurkan diri dari jabatannya. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas