Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Anggota Komisi X DPR Verrell Bramasta: Riset Harus Menjawab Kebutuhan Sektor Industri

Verrell menilai riset yang kuat akan kehilangan makna apabila tidak mampu menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata industri.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Anggota Komisi X DPR Verrell Bramasta: Riset Harus Menjawab Kebutuhan Sektor Industri
HO/IST
KUNJUNGAN KERJA - Verrell Bramasta, bersama kolega, dalam kunjungan kerja Komisi X DPR ke Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Cibinong, Jawa Barat. 

Ringkasan Berita:
  • Anggota Komisi X DPR RI, Verrell Bramasta, menegaskan bahwa hilirisasi riset adalah kunci agar hasil penelitian memberi manfaat.
  • Ia menilai Indonesia memiliki modal besar berupa biodiversitas, peneliti brilian, dan fasilitas riset memadai, namun inovasi belum banyak hadir di pasar maupun kehidupan sehari-hari.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Verrell Bramasta menekankan bahwa hilirisasi adalah kunci agar hasil riset benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Hal ini disampaikannya dalam kunjungan kerja Komisi X DPR ke Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Cibinong, Jawa Barat, belum lama ini.

Komisi X DPR RI membidangi Pendidikan, Olahraga, Sains & Teknologi, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, serta Perpustakaan dan Sejarah, dengan mitra kerja seperti Kementerian Pendidikan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, BRIN, dan BPS.

“Riset yang kuat akan kehilangan makna apabila tidak mampu menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata industri. Itu seperti memiliki peta harta karun lengkap, tetapi tidak pernah menggali isinya,” kata Verrel dalam keterangan yang diterima, Jumat (26/12/2025).

Baca juga: Masa Lalu Verrell Bramasta Terus Dikuliti saat Jadi DPR, Venna Melinda Khawatirkan Satu Hal

Menurut Verrell, Indonesia memiliki modal besar: biodiversitas yang kaya, peneliti brilian, dan fasilitas riset yang memadai.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, ia mempertanyakan mengapa inovasi belum banyak hadir di pasar dan kehidupan sehari-hari. “Kita punya semua syarat, tapi produk inovatif BRIN belum mengisi pasar kita. Di sinilah pekerjaan rumah kita,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan adanya Innovation Scoreboard sebagai ukuran baru kesuksesan riset.

Bukan sekadar menghitung jumlah publikasi atau paten, melainkan berapa inovasi yang digunakan industri, berapa lapangan kerja tercipta, dan berapa nilai ekonomi yang dihasilkan. “Itu ukuran sesungguhnya,” tambahnya.

Kunjungan ke KST Soekarno

Kunjungan ini bertujuan mendalami ekosistem riset nasional, mengidentifikasi tantangan hilirisasi inovasi, serta merumuskan langkah konkret pelestarian kekayaan ilmiah Indonesia di era digital.

Di sana, Verrell meninjau berbagai fasilitas riset yang membuat KST Soekarno dijuluki “Silicon Valley-nya riset hayati Indonesia”. Mulai dari laboratorium genomik, fasilitas kultur jaringan, biobank, greenhouse biodiversitas, hingga ruang uji prototipe teknologi.

“Tempat ini bukan sekadar laboratorium, melainkan ruang di mana gagasan dan riset untuk masa depan Indonesia dikembangkan,” ujarnya.

Digitalisasi Warisan Ilmiah

Selain hilirisasi, Verrell menyoroti pentingnya digitalisasi koleksi ilmiah, khususnya Herbarium Bogoriense yang menyimpan lebih dari 2 juta spesimen tumbuhan. Saat ini baru 30 persen koleksi yang terdigitalisasi.

“Bayangkan jika terjadi bencana. Tanpa digitalisasi, kerusakan spesimen berarti hilangnya warisan ilmiah Indonesia selamanya. Teknologi harus menjadi benteng perlindungan pengetahuan kita,” katanya.

Ia mengusulkan alokasi anggaran khusus agar seluruh koleksi terdigitalisasi dalam tiga tahun. Menurutnya, database digital yang terstruktur bisa menjadi aset ekonomi baru, karena data biodiversitas dibutuhkan oleh industri farmasi, kosmetik, hingga pengembang gim.

Komitmen Komisi X DPR

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas