Huntara Korban Banjir Agam Dikebut, Tukang Kerja Dua Shift Nonstop
BNPB tambah tukang kerja dua shift genjot huntara Agam, pemerintah target 15 ribu rumah, kebutuhan korban banjir jauh lebih besar.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Tukang kerja dua shift, huntara Agam dikebut demi korban banjir longsor.
- Pemerintah targetkan 500 rumah rampung pekan ini, 15 ribu tiga bulan.
- Kebutuhan hunian 166 ribu unit, capaian masih jauh dari angka darurat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah tenaga tukang dan membagi jam kerja menjadi dua shift untuk mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Langkah percepatan ini sejalan dengan target pemerintah membangun ribuan hunian bagi korban bencana di Sumatera.
Pembangunan huntara tahap I di Lapangan SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Agam, terus dikebut.
Rencananya, ada 117 unit huntara yang akan dibangun di lokasi tersebut.
Hingga Minggu (27/12/2025), progres pengerjaan sudah mencapai 50 persen.
Baja ringan sebagai pondasi dan pembatas bangunan telah berdiri, sementara pemasangan dinding dilakukan bertahap. Empat unit alat berat juga bekerja sejak pagi hingga malam untuk mempercepat proses.
Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB, Ary Laksmana, menyebut penambahan tukang dilakukan agar pembangunan huntara berlangsung cepat.
“Kami menambah tenaga ahli pertukangan menjadi dua kali lipat dari sebelumnya dan dibagi menjadi dua shift,” ujarnya dalam siaran pers BNPB.
Selain tukang, personel gabungan dari TNI juga dilibatkan.
Awalnya hanya 100 personel TNI dan 6 tukang, kini jumlahnya digandakan untuk mempercepat target.
Meski demikian, hujan deras di Agam menjadi tantangan utama. BNPB menambah frekuensi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menurunkan intensitas hujan.
“Kami sudah meminta tim OMC menambah jam terbang untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah Palembaian,” kata Ary.
Target 25 Ribu Rumah
Pemerintah mempercepat pembangunan hunian bagi korban bencana di Sumatera.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut pembangunan huntara (hunian sementara) dan huntap (hunian tetap) dilakukan lintas kementerian dan lembaga, termasuk Danantara, BNPB, dan Kementerian Perumahan.
Hasil rapat koordinasi menetapkan target 25 ribu unit, dengan 15 ribu dibangun Danantara melalui BUMN.
Baca tanpa iklan