Dari 112 Pasar Terdampak Bencana di Aceh, Baru 18 yang Beroperasi
Dari 112 pasar tradisional yang terdampak akibat terjangan banjir dan longsor akhir November lalu baru 18 pasar yang sudah beroperasi penuh.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Aktivitas ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih Pasca bencana Sumatera, terutama di Aceh.
- Dari 112 pasar tradisional yang terdampak akibat terjangan banjir dan longsor akhir November lalu baru 18 pasar yang sudah beroperasi penuh.
- Di Sumatera Utara (Sumut) sebagian besar pasar tradisional sudah beroperasi penuh.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktivitas ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih Pasca bencana Sumatera, terutama di Aceh.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengatakan dari 112 pasar tradisional yang terdampak akibat terjangan banjir dan longsor akhir November lalu baru 18 pasar yang sudah beroperasi penuh.
Baca juga: Daftar 11 Kabupaten/Kota di Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Sumatera
"Terkait dengan aktivitas ekonomi, di Aceh itu ada 112 pasar tradisional yang terdampak. Ini saat ini 18 sudah sepenuhnya beroperasi," kata Pratikno.
Sementara itu, di Sumatera Utara (Sumut) sebagian besar pasar tradisional sudah beroperasi penuh. Dari 47 pasar terdampak hanya satu yang belum beroperasi kembali.
"46 pasar sudah beroperasi, masih satu yang dalam proses percepatan," katanya.
Sementara itu, di Sumatera Barat (Sumbar) dari tiga pasar terdampak, dua diantaranya sudah mulai beroperasi, dan satu masih dalam proses percepatan pemulihan.
"Pemerintah akan terus mempercepat kembali aktifnya pasar-pasar tradisional ini melalui penataan infrastruktur, pembersihan, dan juga dukungan keterlibatan dari kementerian dan lembaga yang terkait," katanya.
Baca juga: TelkomGroup Terus Kejar Pemulihan Layanan Pascabencana di Aceh
Hunian Korban
Selain pasar, pemerintah juga terus mempercepat pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi para korban terdampak bencana. Pratikno mengatakan sebagian hunian sementara telah rampung dikerjakan untuk kemudian ditempati para korban terdampak.
"Per 28 Desember, Huntara di tiga provinsi sudah mulai dibangun, dan sebagian sudah selesai," katanya.
Jumlah Huntara yang telah selesai dibangun mencapai 1050 unit yang tersebar di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Huntara dibangun oleh BNPB, dan Danantara bekerja sama dengan pemerintah daerah.
"Yang dibangun BNPB bersama daerah itu adalah 450, sedangkan yang dibangun Danantara bersara beserta jajaran BUMN itu 600 unit huntara," pungkasnya.
Sebelumnya Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa sebanyak 25 ribu hunian akan dibangun untuk warga terdampak bencana Sumatera. 15 ribu rumah dibangun Danantara melalui Badan Usaha milik Negara (BUMN).
Baca juga: Distribusi BBM ke Aceh Berangsur Normal, Bahlil Minta SPBU Buka 24 Jam
"Total 15.000 unit ditargetkan selesai dalam 3 bulan ke depan," kata Seskab melalui keterangan tertulisnya, Minggu, (28/12/2025).
Dari jumlah tersebut kata Seskab, 500 rumah akan selesai dalam pekan ini. Rumah yang dibangun dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas.