Rocky Gerung Minta Aktivis yang Diteror Dilindungi: Mereka Kritik Jujur dari Hati
Para aktivis yang terkena teror sebelumnya menilai bahwa pemerintah lambat dalam menangani bencana di wilayah Sumatra.
Penulis:
Rifqah
Editor:
Suci BangunDS
Kemudian, Sherly sebelumnya juga menyampaikan kritik terhadap penanganan bencana banjir yang melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh yang dinilai lambat dalam hal distribusi bantuan ke daerah-daerah terisolir, seperti Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang.
Menurut Sherly, akses ke wilayah-wilayah tersebut terputus akibat banyaknya jembatan yang ambruk, sehingga menyulitkan penyaluran bantuan.
Ia juga menyoroti kebijakan penolakan bantuan asing yang dinilai sangat dibutuhkan oleh para korban banjir.
Baca juga: Rangkaian Teror Sasar DJ Donny: Rumah Dilempar Molotov, Sebelumnya Paket Bangkai Ayam
Setelah itu, Sherly mendapatkan teror perusakan kendaraan hingga ancaman langsung maupun digital.
Rumahnya juga dilempar telur busuk hingga dikirimkan secarik kertas bernada ancaman bertuliskan “Jangan kau manfaatkan bencana di Aceh untuk mencari popularitas murahan dan untuk menambah cuan buat kamu pribadi. Jangan kamu menggiring opini sesat,” demikian pesan ancaman terhadap Sherly.
Melalui akun Instagram pribadinya, @sherlyannavita, Sherly pun meminta perhatian Presiden Prabowo Subianto atas aksi teror yang dialaminya.
Sementara DJ Donny, sebelum menerima teror, dirinya sempat melontarkan sejumlah kritik kepada pemerintah tentang penanganan bencana di Sumatra karena lambatnya respons pemerintah dan minta agar ada pengusutan penyebab bencana Sumatra.
Namun, DJ Donny juga menyatakan bahwa dia tidak selalu kontra dengan kebijakan pemerintah. Kritik yang disampaikan kepada publik itu merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial dan dianggap sebagai suara hati masyarakat yang mengalami kesulitan.
Dalam teror yang diterimanya itu, DJ Donny juga menerima foto Dony yang digambar seolah-olah lehernya tergorok dan surat kaleng berisi tulisan ancaman yang memperingatkan sang DJ agar menjaga lisannya di media sosial.
Selanjutnya, aktor Yama Carlos sebelumnya sempat mengunggah video satire tentang pejabat saat memberi pernyataan publik soal penanganan bencana Sumatra, tanpa menyebutkan nama pejabat maupun pihak tertentu.
Setelah itu, dia mendapatkan teror, kemudian video tersebut dihapus olehnya. Namun, teror tersebut masih terus berlangsung.
Bahkan, teror itu juga menyasar orang-orang terdekat Yama yang mengalami peretasan dan pengambilalihan nomor ponsel.
Ternyata teror masih masih terus berlanjut hingga Yama menerima kiriman barang dengan sistem pembayaran di tempat (COD) dari akun fiktif atas nama istrinya yang tidak pernah dibeli sebelumnya.
(Tribunnews.com/Rifqah)