Menteri Agama Minta ASN Kemenag Penuhi Algoritma AI dengan Narasi Keagamaan
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan ASN Kemenag harus mampu memenuhi konten AI dengan muatan keagamaan.
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut AI merupakan tantangan besar umat manusia.
- Dia mengatakan algoritma masa depan harus diarahkan untuk memperkuat kerukunan dan kemanusiaan.
- Menurut Nasaruddin, ASN Kemenag harus mampu memenuhi konten AI dengan muatan keagamaan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan pentingnya penguasaan Artificial Intelligence (AI).
Menurut Nasaruddin, konten yang diterima masyarakat tidak boleh tercerabut dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.
Nasaruddin mengatakan AI merupakan tantangan besar umat manusia di era Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA).
"Kini umat manusia menghadapi tantangan besar bernama Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Kita hidup di era VUCA, di mana perubahan berlangsung sangat cepat, sulit diprediksi, kompleks, dan penuh ketidakpastian. Di era ini, kita tidak boleh sekadar menjadi penonton, tetapi kita harus memiliki kedaulatan AI," ujar Nasaruddin saat memimpin upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Jakarta, Sabtu (3/1/2026).
Kemenag, kata Nasaruddin, tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan teknologi global.
Ia menekankan jika pada masa lalu pusat peradaban seperti Baitul Hikmah melahirkan ilmuwan dunia yang memadukan agama dan rasionalitas, pada era digital saat ini ASN Kementerian Agama harus mampu mengisi ruang teknologi dengan substansi keagamaan yang kredibel.
"Jika dahulu para ulama dan cendekiawan mewarnai dunia melalui literasi dan keilmuan di pusat peradaban seperti Baitul Hikmah, maka hari ini ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan," katanya.
Dia mengingatkan perkembangan AI yang tidak dikawal berpotensi menjadi sumber disinformasi dan perpecahan. Karena itu, algoritma masa depan harus diarahkan untuk memperkuat kerukunan dan kemanusiaan.
"Kita harus memastikan bahwa algoritma masa depan tidak hampa dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. AI harus kita kawal agar menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan," ujarnya.
Baca juga: Tiba-tiba Menag Nasaruddin Umar Ikut Ngemal Bareng 4 Menteri di Pondok Indah, Langsung Baca Doa
Menurutnya, aparatur sipil negara (ASN) Kemenag agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi secara etis.
ASN Kemenag, menurut Nasaruddin, harus mampu memenuhi konten AI dengan muatan keagamaan.
"Setiap ASN Kementerian Agama dituntut bertransformasi menjadi pribadi yang agile, adaptif, serta responsif dalam melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas," ucapnya.
Peringatan HAB ke-80 dihadiri pula oleh jajaran eselon satu Kemenag serta seluruh pegawai Kemenag.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.