Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Naik Perahu Karet Susuri Sungai Tamiang
Sejumlah anggota Satgas yang tampak antara lain Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita selaku Komandan Satgas Kuala.
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama sejumlah anggota Satuan Tugas (Satgas) Kuala menyusuri sungai Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh menggunakan perahu karet jenis RIB pada Minggu (4/1/2026).'
- Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan sebelumnya Sjafrie juga sempat melakukan peninjauan udara
- Beberapa unsur profesional turut dilibatkan dalam Satgas Kuala termasuk Jhonlin Group
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama sejumlah anggota Satuan Tugas (Satgas) Kuala menyusuri sungai Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh menggunakan perahu karet jenis RIB pada Minggu (4/1/2026).
Sejumlah anggota Satgas yang tampak antara lain Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita selaku Komandan Satgas Kuala.
Tampak juga di atas perahu tersebut Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan, Pangdam Iskandar Muda, dan Bupati Aceh Tamiang.
Dalam video yang diterima Tribunnews.com pada Senin (5/1/2025) pohon-pohon kelapa sawit tampak tumbuh di tepian Sungai Tamiang yang dilintasi Sjafrie dan rombongan.
Selain itu tampak pula rumah-rumah semi permanen dengan warga yang berkumpul di sekitarnya.
Satgas Kuala adalah satuan tugas khusus yang dibentuk oleh Sjafrie Sjamsoeddin pada Januari 2026 untuk mempercepat pemulihan pascabencana banjir besar di Aceh Tamiang dan wilayah sekitarnya.
Fokus utama Satgas ini adalah normalisasi sungai, pengerukan muara, dan rehabilitasi infrastruktur agar banjir tidak berulang.
Sebelumnya naik pesawat
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan sebelumnya Sjafrie juga sempat melakukan peninjauan udara.
Peninjauan medan sepanjang Sungai Tamiang itu, kata dia, dilakukan hingga batas muara di laut.
"Peninjauan dilakukan guna memperoleh gambaran teknis kondisi sedimentasi, alur sungai, serta menentukan jenis alat berat dan mekanisme pekerjaan yang paling tepat untuk diterapkan di lapangan," kata Rico saat dikonfirmasi Tribunnews.com pada Senin (5/1/2025).
"Peninjauan ini menjadi dasar utama dalam perencanaan teknis operasi Satgas Kuala," imbuhnya.
2 Gugus Tugas Utama Satgas Kuala
Usai peninjauan, Sjafrie memimpin rapat evaluasi.
Dari foto-foto yang diterima Tribunnews.com, rapat tersebut tampak digelar di sebuah ruangan pemerintahan daerah.
Rico menjelaskan rapat itu dihadiri Wakil Panglima TNI selaku Pimpinan Satgas Kuala, Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan, Bupati Aceh Tamiang, serta unsur terkait lainnya.
Baca tanpa iklan