Mengenal Komunitas Sraddha Sala, Merawat Naskah Kuno dan Budaya Jawa dari Akar Desa
Mengenal komunitas Sraddha Sala, sekelompok pegiat Sastra Jawa yang berfokus pada studi naskah kuno atau manuskrip, menarik minat generasi muda.
Penulis:
Muhammad Alvian Fakka
Editor:
Tiara Shelavie
Sebagai contoh, penemuan narasi sejarah dalam naskah mengenai perkebunan kopi di zaman Mangkunegara IV telah berhasil mendorong warga di daerah Wonogiri untuk kembali menanam kopi dan membuka kedai.
"Kayak kemaren saya di daerah Bulukerto, Girimarto, Wonogiri ujung sana, jadi mereka dalam sejarahnya itu menanam jagung dan ketela sepanjang wis selama itu ya, terus kami itu ke sana bawa cerita gitu, bawa cerita bahwa di zaman Mangkunegara IV ini daerah ini namanya hutan Gondosini."
"Nah ini dulu pernah jadi percontohan kopi di zaman Mangkunegara IV. Kenapa kita nggak nanam kopi aja? Sekarang mereka panen kopi Mas, punya kedai kopi," ungkapnya.
Hal ini menciptakan rantai ekonomi baru yang menghubungkan petani di desa dengan pasar di perkotaan melalui bantuan komunitas sebagai konektor budaya.
"Iya nilai ekonomi. Jadi mereka 'lha aku gak ngerti carane dodol pie?' gitu. Tak hubungkan dengan temen-temen komunitas yang di Kota Wonogiri, kalau mereka panen bisa langsung nyetor ke roaster-nya di sana, nanti dari Wonogiri dijual ke sini, di Solo ke Toko Pojok, Toko Pojok baru ke kedai-kedai di Solo Raya," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)