Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Lita Gading dkk Datangkan Eks Jenderal Jadi Ahli, Hadapi Sidang Pensiun Seumur Hidup DPR di MK

Lita Gading dkk merahasiakan nama-nama saksi ahli yang bakal didatangkan besok di MK, salah satunya eks jenderal

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Lita Gading dkk Datangkan Eks Jenderal Jadi Ahli, Hadapi Sidang Pensiun Seumur Hidup DPR di MK
mkri.id
TUNJANGAN PENSIUN DPR - Pemohon Prinsipal Lita Linggayani Gading dan Kuasa Hukumnya Christian Adrianus Sihite usai mengikuti sidang pendahuluan uji Undang-Undang tentang Uang Pensiun Anggota DPR, Jumat (10/10) di Ruang Sidang MK. Gugatan mereka menyoroti ketimpangan pensiun seumur hidup DPR dan menyindir kompetensi legislator artis seperti Ahmad Dhani dan Mulan Jameela. 

Sementara itu, bagi anggota DPR, masa jabatan hanya satu hingga lima tahun, tetapi mereka tetap berhak atas pensiun seumur hidup.

Para Pemohon juga menyebutkan praktik di beberapa negara lain.

Di Amerika Serikat dan Inggris, hak pensiun anggota parlemen didasarkan pada masa jabatan, usia, dan kontribusi.

Di Australia, sistem pensiun berbasis kontribusi telah diterapkan sejak 2004, sementara di India, pensiun seumur hidup bagi anggota parlemen masih berlaku tetapi sering dikritik oleh publik karena dianggap membebani anggaran negara, kondisi yang menurut Pemohon mirip dengan di Indonesia.

Selain isu hukum dan keuangan, para Pemohon juga menyoroti aspek moral dan kinerja DPR yang dianggap belum sebanding dengan fasilitas serta tunjangan yang diterima.

Mereka mengutip opini publik tentang rendahnya tingkat kehadiran dalam sidang paripurna serta perilaku anggota DPR yang dinilai tidak mencerminkan tanggung jawab sebagai perwakilan rakyat.

Berdasarkan aturan saat ini, anggota DPR RI menerima pensiun antara Rp401.894 hingga Rp3.639.540, tergantung pada masa jabatan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2000.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, para Pemohon berargumen bahwa ketentuan itu tetap tidak adil karena memberikan pensiun seumur hidup untuk jabatan politik yang bersifat sementara.

Melalui permohonan ini, para Pemohon meminta agar Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa ketentuan dalam UU 12/1980 yang memberikan hak pensiun seumur hidup kepada anggota DPR bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.

(Tribunnews.com/ Chrysnha)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas